visitaaponce.com

APBN Semester I Defisit, Rupiah 16.195 per Dolar AS

APBN Semester I Defisit, Rupiah 16.195 per Dolar AS
Petugas menunjukkan mata uang rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. di Jakarta, Jumat (23/2/2024).(MI/Susanto)

NILAI tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (11/7) ditutup menguat meski terdapat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I 2024. Pada akhir perdagangan Kamis, 11 Juli 2024, rupiah menguat 46 poin atau 0,28% menjadi 16.195 per dolar AS dari sebelumnya sebesar 16.241 per dolar AS.

"Defisit APBN menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan dan keseimbangan anggaran negara. Sedangkan defisit APBN 2024 diproyeksikan lebih besar dari target yang telah ditetapkan," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis.

APBN mengalami defisit sebesar Rp77,3 triliun atau 0,34% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada semester I 2024. Ibrahim menuturkan realisasi subsidi dan kompensasi energi pada 2024 akan membengkak. Peningkatan tersebut didorong oleh fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP), nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume LPG dan listrik bersubsidi.

Baca juga : Rupiah Menguat Seiring Gejolak Spekulasi Suku Bunga AS Turun

Sedangkan untuk perdagangan besok, ia mengatakan mata uang rupiah bergerak fluktuatif tetapi ditutup menguat di rentang 16.140 per dolar AS sampai dengan 16.230 per dolar AS. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal meningkat pada tahun ini.

Sejauh ini, pemerintah telah menggelontorkan dana senilai Rp155,7 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi. Di antaranya untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 7,16 juta kiloliter dan LPG 3 kilogram sebanyak 3,36 juta kilogram.

Menkeu menyebutkan belanja untuk subsidi dan kompensasi energi, yang meningkat lantaran depresiasi nilai tukar rupiah, berdampak pada peningkatan belanja negara. Belanja negara pada semester I 2024 tercatat meningkat 11,3% yoy mencapai Rp1.398 triliun.

Di sisi lain, Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed Jerome Powell dapat dianggap sedang mempersiapkan landasan untuk penurunan suku bunga pada September. Powell akan kembali ke Washington pada Rabu malam waktu setempat dan para pedagang akan mencari penyempurnaan lebih lanjut dalam komentarnya menjelang data penting inflasi konsumen pada Kamis.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis naik ke level Rp16.200 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.256 per dolar AS. (Ant/Z-2)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Wisnu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat