visitaaponce.com

Kementan Sosialisasikan Gerakan Minum Susu di Banyumas

Kementan Sosialisasikan Gerakan Minum Susu di Banyumas
Kementan sosialisasikan gerakan minum susu di Banyumas(Dok Kementan)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan Banyumas sebagai percontohan gerakan minum susu. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah, saat sosialisasi gerakan minum susu bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Pendopo Kecamatan Banyumas, Kamis, (11/7). 

"Untuk sosialisasi dan uji coba, ini adalah uji coba pertama di Indonesia. Insya Allah kita akan memulai uji coba gerakan minum susu untuk anak-anak siswa SD dan MI di Kecamatan Banyumas," ujar Nasrullah.

Nasrullah menyatakan bahwa salah satu program utama Presiden dan Wakil Presiden terpilih adalah gerakan minum susu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Anak Alergi Susu Sapi Jangan Malah Diberi Susu Kambing, Ini Solusinya

Pemilihan Banyumas sebagai lokasi uji coba didasarkan pada keberadaan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden yang memiliki peternakan sapi perah, sehingga memudahkan produksi dan distribusi susu.

"Seluruh susu yang diproduksi dari Baturraden sudah bersertifikat halal, memiliki jaminan keamanan dari Badan POM, serta Nomor Kontrol Veteriner, sehingga aman dari sisi produk," jelas Nasrullah.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menambahkan bahwa Presiden terpilih memiliki program mendasar untuk meningkatkan kualitas SDM, salah satunya Program Minum Susu.

Baca juga : Mitos atau Fakta, Minum Susu Sebabkan Obesitas?

"Kita ingin mewariskan generasi muda yang sehat untuk mewujudkan Indonesia Emas yang tangguh dan berdaya saing pada Tahun 2045. Dalam uji coba nanti, kita ingin mengenalkan susu murni yang sehat," ucap Sam.

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, percontohan harus menggunakan sumber produksi susu yang tersedia di dalam negeri.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sekaligus Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Gerakan Minum Susu di Kabupaten Banyumas, Makmun, menyatakan bahwa uji coba gerakan ini akan berlangsung mulai Agustus hingga Desember 2024.

Baca juga : Prabowo-Gibran Ingin Beri Susu Gratis, tapi Mayoritas Susu masih Impor

"Gerakan ini akan dilaksanakan mulai 5 Agustus hingga 31 Desember 2024, mencakup 34 SD dan 2 MI dengan total mencapai lima ribuan siswa. Diawali dengan pemberian satu kali setiap pekan," ujar Makmun.

Mewakili Pj Bupati Banyumas, Tenaga Ahli Sekretaris Daerah, Wahyu Setya Edi, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian yang menunjuk Banyumas sebagai wilayah percontohan gerakan minum susu.

"Semoga kegiatan ini memicu semangat Kabupaten Banyumas dan masyarakatnya untuk mewujudkan generasi unggul bagi anak-anak di Kabupaten Banyumas," harap Wahyu.

Ia menilai kesehatan dan kesejahteraan anak merupakan prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penting memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan yang cukup dan bergizi seimbang.

"Dengan gerakan minum susu ini, diharapkan masyarakat terus meningkatkan konsumsi susu agar anak-anak lebih sehat dan melahirkan generasi muda yang cerdas, unggul, dan berprestasi," pungkasnya. (Z-8)

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putra Ananda

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat