visitaaponce.com

Kampung Wisata Adat Malasigi Sabet Juara 1 Desa Wisata Rintisan ADWI 2024

Kampung Wisata Adat Malasigi Sabet Juara 1 Desa Wisata Rintisan ADWI 2024
Ilustrasi(PEP Papua Field)

Kampung Wisata Adat Malasigi binaan Pertamina EP Papua Field, Zona 14 Regional Indonesia Timur, berhasil meraih juara 1 Desa Wisata Rintisan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Malasigi adalah salah satu kampung adat yang berada di Distrik Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Untuk mencapai lokasi tersebut, pengunjung harus menempuh perjalanan darat sejauh 55 kilometer dari pusat Kota Sorong dengan waktu tempuh 1,5 jam.

Malasigi menjadi satu-satunya kampung di Distrik Klayili yang bertahan dari gempuran alih fungsi lahan dan menjadi kampung percontohan yang mengandalkan ekowisata sebagai penghasilannya. Masyarakat bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Fitri Erika mengatakan dengan berbagai tantangan untuk menjalankan operasi minyak dan gas bumi di ujung timur Indonesia, keberadaan perusahaan mampu memberikan manfaat untuk pemangku kepentingan khususnya masyarakat lokal, salah satunya masyarakat adat Malasigi hingga kini mencapai beberapa prestasi membanggakan.

Program pariwisata itu, sambung dia, merupakan program kemitraan strategis dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat Daya, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Maluku Papua (BPSKL), Kelompok Pengelola Hutan Kabupaten Sorong (KPH),  ⁠Fauna & Flora International tanah Papua dan ⁠LSM Kasuari Tanah Papua.

“Melalui kolaborasi harmonis antara masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan NGO, Masyarakat Kampung Adat Malasigi memiliki wawasan wisata berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warganya tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan,” ujar Fitri dalam keterangannya, Rabu (20/11).

Fitri mengatakan program tersebut sejalan dengan komitmen terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan dalam kerangka Environmental, Social and Governance (ESG) dan mendukung pencapaian agenda internasional Sustainable Development Goals (SDGs) utamanya tujuan 8 Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan tujuan 15 Menjaga Ekosistem Darat. 

Kampung Malasigi memiliki potensi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam hutan yang berlimpah. Terdapat lima satwa endemik Papua berjenis burung cenderawasih, yaitu Cendrawasih Kecil, Cendrawasih Raja, Cendrawasih Mati-kawat, Cendrawasih Belah-rotan, dan Toowa Cemerlang.

"Selain itu juga terdapat potensi wisata alam seperti pemandian air panas yang mengalir di Sungai Klaluguk, goa horizontal sepanjang 350 meter yang dinamai Go Wo’batiwala, tarian adat, dan produk kerajinan tangan berbahan hasil hutan," ungkapnya.

Wisata di Kampung Malasigi kini telah berkembang pesat dan didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara akibat kegigihan warganya mempromosikan di media sosial. Keberhasilan ini membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai instansi. Hingga sekarang, wisatawan internasional yang berkunjung ke Kampung Malasigi berjumlah sekitar 250 wisatawan, diantaranya dari Belgia, Swedia, Inggris, Belanda, Jerman, Australia, India, Amerika, Singapura, Jepang, Spanyol, Korea, dan Afrika. 

Pada 2023 lalu, upaya pengelolaan hutan Kampung Malasigi secara berkelanjutan mendapat pengakuan Pemerintah Republik Indonesia melalui penerbitan Surat Keputusan Pengelolaan Hutan Kampung Nomor SK.8557/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/8/2023, yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Surat keputusan tersebut menandakan bahwa Kampung Malasigi berhak sepenuhnya mengelola kawasan hutan di area kampung. (Z-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat