visitaaponce.com

Review Film Daddio Dakota Johnson dan Sean Penn Sukses Membangun Ketegangan di Ruang Sempit Taksi

Review Film Daddio: Dakota Johnson dan Sean Penn Sukses Membangun Ketegangan di Ruang Sempit Taksi
Sean Penn dan Dakota Johnson beradu akting di film Daddio.(Dok. Daddio)

FILM Daddio yang menjadi debut penyutradaraan penulis Christy Hall menceritakan kisah tentang perempuan muda, Girlie (Dakota Johnson) yang baru saja mengalami tragedi dalam hidupnya. Dia memutuskan untuk pergi ke New York City untuk mencari ketenangan.

 

Tiba di bandara JFK, perempuan tersebut menaiki taksi yang dikendarai sopir bernama Clark (Sean Penn). Sepanjang perjalanan terjadi percakapan mulai dari basa-basi hingga yang mendalam sebelum tiba di tujuan.

Baca juga : Dibintangi Dakota Johnson, Film Daddio Tayang di Bioskop Juli 2024

 

Daddio menggunakan pendekatan minimalis dalam bercerita, membatasi narasinya pada ruang sempit di dalam taksi kota New York.  Ini mungkin terdengar seperti resep film yang monoton untuk ditonton, namun film ini berhasil menemukan kedalaman. Salah satunya lewat dialog yang menambah bobot narasi.

 

Baca juga : Apakah Film Madame Web akan Sama dengan Versi Komik?  

Formula itu mengingatkan pada film yang memiliki latar sama, misalnya Locke (2013) dan ‘copy-paste’ Locke, Nay (2015). Jika Locke, yang juga mengambil setting di dalam mobil, memiliki nuansa thriller maka Daddio lebih sederhana. Namun naskah yang ditulis oleh Hall mampu membahas tajam tentang persepsi dan stereotip laki-laki dan perempuan, kisah cinta, dan dan kompleksitas hubungan antar manusia. Dengan begitu, pengamatan basa-basi bisa dibawa ke refleksi mendalam.

 

Kemampuan akting Johnson dan Pennyang sudah tidak diragukan mampu menampilkan dialog itu mengalir alami. Maka di layar kita menyaksikan hubungan dua orang asing yang secara bertahap saling membangun kepercayaan dan keterikatan.

Baca juga : Serial Madam Web Dijadwalkan Tayang di Hari Valentine 2024

 

Setting terbatas di dalam mobil, ditambah pengambilan gambar jarak dekat, semakin menonjolkan kekuatan akting itu. Sinematografer Phedon Papamichael patut diacungi jempol untuk itu, termasuk cara pengambilan gambar dari kaca spion (rear vision mirror). Kaca tengah taksi yang menjadi pembatas pun perlahan terbuka untuk menunjukkan pergerakan kedekatan kedua karakter asing ini.

 

Karakter ketiga dalam film ini sebenarnya hadir melalui pesan teks yang mendistraksi Johnson yang tengah berkecamuk. Pesan-pesan mesum yang menyuntikkan momen-momen ketegangan juga humor.  Karakter ketiga itu menambah lapisan kedinamisan pada film ini, sekaligus berfungsi untuk menjaga dari mata yang mungkin mulai teralih dari layar bioskop.

 

Sayangnya, Daddio tidak cukup membuat terobosan baru. Meskipun percakapannya menarik dan penampilannya menawan, ada rasa keakraban pada keseluruhan pengalaman film ini.  Ini mirip dengan percakapan yang mendalam dengan orang asing dalam perjalanan taksi yang panjang, apalagi jika harus terjebak macet akibat adanya kecelakan - pengalaman yang berpotensi transformatif, tetapi pada akhirnya mungkin tidak akan meninggalkan kesan yang panjang.

 

Daddio adalah sebuah studi karakter yang menarik. Dibungkus dalam format sinematik yang juga telah beberapa kali dijelajahi. Ini adalah film yang berkembang dengan dialog dan penampilannya, menawarkan eksplorasi yang menggugah tentang koneksi yang sesungguhnya antara sesama manusia.

 

Daddio sedang tayang di bioskop. Media Indonesia menyaksikannya melalui sesi pra-tayang bersama Klikfilm pada Jumat, 5 Juli 2024 di bioskop. (M-1)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat