visitaaponce.com

Asmaul Husna Al-Qabidh-Al-Basith Maha Menyempitkan dan Melapangkan

Asmaul Husna: Al-Qabidh-Al-Basith Maha Menyempitkan dan Melapangkan
Tulisan Arab Al-Qabidh dan Al-Basith.(DOK Instagram.)

NAMA ALLAH yang terindah atau asmaul husna yang kita bahas kali ini ada dua yaitu Al-Qabidh dan Al-Basith. Pasalnya, kedua nama Allah itu saling berkaitan. Karenanya, disarankan disebut secara bersamaan.

Tengok firman Allah subhanahu wa taala yang berarti, "Dan Allah menyempitkan dan melapangkan. Dan kepada-Nya kamu dikembalikan." 

Dalam kitab Sya'nu Ad-Du'a, Al-Hafiz Al-Khattabi yang menulis, "Pada yang semacam dua asma ini, terbilang baik mempersamakan dan menyambung penyebutan yang satu dengan lain supaya lebih menginformasikan kuasa-Nya dan lebih menunjukkan hikmah."

Baca juga: Asmaul Husna: Allah Al-Hakam yang Menetapkan Hukum Sebab Akibat

Bahkan, lanjut Al-Khathabi, jika seseorang menyebut Al-Qabidh tanpa menyertakan Al-Basith seolah-olah ia telah mengerdilkan kandungan sifat Allah menjadi terkesan merintangi hamba dari memperoleh rezeki tanpa melapangkan.

Makna Al-Qabidh Al-Basith

Sekarang kita bahas makna dari dua asma ini. Al-Qabidh bermakna Zat Yang Menyempitkan. Al-Basith punya arti Zat Yang Melapangkan. Biasanya dua asma ini hanya dikaitkan pada urusan rezeki.

Baca juga: Asmaul Husna As-Sami Maha Mendengar Semua Suara tanpa Telinga

Dilansir dari @limofficial_lirboyo di Instagram, Imam al Ghazali memaparkan makna keduanya secara lebih luas dalam kitab Al-Maqshad Al-Asna. Menurutnya, sebagai Al-Qabidh, Allah menggenggam ruh dari jasad kala makhluk dimatikan. Sebagai Al-Basith, Dia meniupkan ruh ke dalam jasad ketika makhluk dihidupkan.

Sedekah dan rezeki

Dalam urusan sedekah, Allah menggenggamnya dari orang-orang kaya selaku Al-Qabidh lalu menyalurkannya kepada orang orang fakir selaku Al-Basith.

Baca juga: Asmaul Husna Allah Al-Hasib yang Mencukupi Semua Kebutuhan Makhluk

Sedangkan untuk persoalan rezeki, Al-Basith membentangkannya kepada orang-orang kaya hingga tak ada lagi kebutuhan mereka yang tersisa. Al-Qabidh menyempitkannya dari orang-orang fakir sampai habis alias kekuatan mereka tak bersisa.

Demikian dua asma ini mengandung makna yang bertentangan tetapi saling mengisi demi menampilkan wujud kemahakuasaan-Nya. (OL-14)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Wisnu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat