visitaaponce.com

Tafsir Al-Baqarah Ayat 23 Umat yang Satu hingga Nabi Idris

Tafsir Al-Baqarah Ayat 23 Umat yang Satu hingga Nabi Idris
Ilustrasi.(Dok Instagram.)

UMAT Islam beriman kepada nabi dan rasul yang berjumlah 25 orang sebagaimana disebutkan Al-Qur'an. Disampaikan bahwa umat manusia masih satu agama sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Idris AS. Kondisi umat yang satu itu diterangkan dalam tafsir Surat Al-Baqarah ayat 213.

Bagaimana bunyi Surat Al-Baqarah ayat 213, arti, dan tafsirnya? Berikut penjelasannya yang disampaikan Kiai Asyari Masduki dari LDNU PC Kediri.

Arti Surat Al-Baqarah ayat 213

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةࣰ وَ ٰ⁠حِدَةࣰ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِیِّـۧنَ مُبَشِّرِینَ وَمُنذِرِینَ 

Kaanan naasu ummataw waahidatan faba'atsallahun nabiyyiina mubasysyiriina wamundziriina.

Baca juga: Kisah Nabi Yusya, Hizqiyal, Asya'ya Mendidik Bani Israil

Dahulu manusia merupakan umat yang satu kemudian Allah mengutus para nabi untuk memberikan kabar gembira (tabsyir) dan peringatan (indzar). 

Tafsir ayat

Ayat ini menjelaskan tentang beberapa hal. Sebelum wafatnya Nabi Idris, umat manusia seluruhnya beragama Islam. Tidak ada seorang pun yang kafir atau musyrik. Karenanya, Allah menyebut dulu manusia merupakan umat yang satu.

Baca juga: Tafsir Ayat Berlaku Adillah karena Adil Lebih Dekat dengan Takwa

Itu berarti Nabi Adam AS, Nabi Syits AS, dan Nabi Idris AS diutus pada kaum muslimin. Mereka mengajak kaumnya untuk mengamalkan syariah Islam.

Kesyirikan terjadi setelah wafatnya Nabi Idris. Dikisahkan bahwa ketika itu ada lima orang saleh, yaitu Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasra. 

Baca juga: Nasab Nabi Muhammad, Kehidupan sejak Lahir, dan Keluarga

Nama-nama mereka disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Nuh ayat 23.

وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدࣰّا وَلَا سُوَاعࣰا وَلَا یَغُوثَ وَیَعُوقَ وَنَسۡرࣰا

Wa qaaluu laa tadzarunna aalihatakum wa laa tadzarunna waddaw wa laa suwaa'aw wa laa yaghuutsa wa ya'ụuqa wa nasraa.

Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq, dan nasra."

Baca juga: Kisah Nabi Syam'un Perkasa, Uzair Hidup kembali, Irmiya yang Dipenjara

Setelah lima wali tersebut wafat, Iblis datang kepada para pengikut mereka dan menyarankan agar dibuat patung orang saleh tersebut untuk mengenang. Saran Iblis diikuti dan dibuatlah patung dari lima orang saleh tersebut.

Setelah berganti generasi, Iblis kembali datang dan menghasut manusia bahwa nenek moyang mereka telah membuat lima patung tersebut untuk disembah. Sejak saat itulah mulai terjadi penyembahan terhadap selain Allah (syirik).

Karena itu, diutus Nabi Nuh saat bumi penuh dengan kekufuran. Masa ini berlangsung selama 1.000 tahun dan disebut dengan jahiliyah uula (jahiliyah pertama). Inilah yang dijelaskan Allah ta'ala dalam Surat Al-Ahzab ayat 33.

وَقَرۡنَ فِی بُیُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَـٰهِلِیَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ 

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu (zaman Nabi Nuh) dan dirikanlah saalat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Setelah 1.000 tahun Bumi dalam kekufuran, Allah mengutus para nabi kepada kaum yang kafir. Ini dimulai dengan Nabi Nuh. Dengan demikian Nabi Nuh menjadi nabi dan rasul pertama yang diutus pada orang kafir. Ini berbeda dengan nabi dan rasul sebelum Nabi Nuh yang diutus kepada orang-orang Islam.

Itulah makna hadis tentang syafaat udzma, karena tidak kuat menahan panasnya terik matahari di padang mahsyar, umat manusia meminta tolong (istighatsah) kepada Nabi Adam kemudian Nabi Nuh. Ini perkataan mereka kepada nabi Nuh.

أنت أول رسول بعثه الله إلى الأرض

Engkau rasul pertama yang Allah utus ke Bumi.

Ada kelompok yang mengingkari kerasulan Nabi Adam. Keyakinan ini bertentangan dengan firman Allah ta'ala dalam Al Qur'an Surat Ali 'Imran ayat 33.

إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰۤ ءَادَمَ وَنُوحࣰا وَءَالَ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَ وَءَالَ عِمۡرَ ٰ⁠نَ عَلَى ٱلۡعَـٰلَمِینَ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).

Secara akal jika Nabi Adam bukan seorang Rasul, syariat siapakah yang diterapkan manusia saat itu sampai datangnya Nabi Nuh? Apakah mereka hidup tanpa aturan bagaikan binatang? Tentu saja tidak demikian.

Tugas para nabi setelah Nabi Nuh yaitu tabsyir dan indzar. Tabsyir berarti memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah dengan pahala dan surga di akhirat. Indzar berarti memberikan peringatan kepada orang-orang kafir dan yang bermaksiat dengan siksa dan neraka di akhirat. (Z-2)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Wisnu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat