visitaaponce.com

Kepala BPIP Dorong Generasi Milenial Pegang Teguh Pancasila sebagai Pengembangan Iptek

Kepala BPIP Dorong Generasi Milenial Pegang Teguh Pancasila sebagai Pengembangan Iptek
(BPIP/IST)

KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mendorong generasi milenial untuk berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila sebagai upaya pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Menurutnya Pancasila merupakan ideologi dinamis, ideologi yang berkembang dan ideologi yang bekerja. Maka, seluruh aspek harus berlandaskan nilai Pancasila.

"Tidak hanya itu, adik-adik juga harus menguasai bahasa asing," ujarnya, saat membuka Pembinaan Ideologi Pancasila melalui Bedah Buku 'Islam dan Pancasila; Perspektif Mawashid Syariah Prof Drs KH Yudian Wahyudi, MA PhD di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatra Utara, Jumat (4/11).

Ia menjelaskan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia yang sempat mengalami kekalahan oleh penjajah lantaran tidak memiliki teknologi militer yang canggih. "Meskipun demikian, karena hebatnya Pancasila (bersatu) dan doa para nabi, Indonesia bisa merdeka dengan singkat," ujarnya.

Baca juga: Kepala BPIP: Santri Miliki Peran Strategis dalam Kemajuan Bangsa dan Keutuhan NKRI 

Dosen pertama Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri yang menembus Harvard Law School Amerika Serikat itu, berharap kepada generasi penerus bangsa untuk terus bersyukur, karena Indonesia telah diberikan segala-galanya oleh Tuhan yang Maha Esa. "Dibandingkan negara-negara lain, Indonesia diberikan nikmat segala-galanya," ucapnya.

Prof Yudian juga mengingatkan kepada Civitas Akademika UIN Sumatra Utara untuk tidak mudah goyah oleh kelompok atau oknum yang ingin memecah belah bangsa Indonesia melalui Ideologi trasformasi lainnya.

Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Ir Prakoso, MM melaporkan kegiatan tersebut. Ia berharap mahasiswa dan dosen dapat memanfaatkan PIP tersebut dengan menyimak dan memahami yang disampaikan Kepala BPIP dan para narasumber. "Mari kita manfaatkan acara ini, pahami dan simak baik-baik apa yang disampaikan Kepala BPIP dan para narasumber," ujarnya.

Baca juga: Kepala BPIP dan Deputi Beri Pembekalan Ratusan Perwira TNI dan Polri

Dirinya juga menyebut dengan persamaan perspektif Ideologi Pancasila, maka akan terbangun peradaban dunia yang baik yang diawali dari pembangunan peradaban dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Ideologi Pancasila juga sangat relevan dengan fungsi Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Nilai-nilai Pancasila juga sangat relevan bagi adik adik untuk diterapkan dalam Tridarma Perguruan Tinggi terutama dalam pengabdian masyarakat", tegasnya.

Kegiatan tersebut bahkan mendapatkan apresiasi dari pihak kampus dan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Baca juga: BPIP Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas dan Kritis Demi Indonesia Maju

Rektor UIN Sumatra Utara Prof Dr Nurhayati mengatakan, Pancasila final tidak ada yang harus dipertentangkan lagi dengan ideologi lain atau agama. Menurut Nurhayati, Pancasila harus menjadi ideologi yang bekerja dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mahasiswa sebagai generasi muda. "Kami berkomitmen, Pancasila harus menjadi dasar dalam berkehidupan, berbangsa dan bernegara," imbuhnya.

Dirinya bahkan menegaskan, banyak program dan kegiatan bagi mahasiswa untuk memperkuat ideologi Pancasila.

Hal serupa disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Hukum, Politik dan Pertahanan Ir Muhammad Arman Effendy. Ia mengaku BPIP telah memberikan sumbangsih besar terhadap kemajuan Sumber Daya Manusia terutama dalam memperkuat karakter anak bangsa yang berlandaskan Pancasila. "Kami berharap dengan PIP ini dapat menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi, terutama dalam mempertahankan budaya lokal," harapnya.

Ia juga mendorong mahasiswa setelah lulus dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah umumnya kemajuan Indonesia. "Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara", tutupnya. (RO/S-3)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Chadie

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat