visitaaponce.com

Tafsir Al-Baqarah Ayat 125 Takwil Kakbah sebagai Baitullah

Tafsir Al-Baqarah Ayat 125: Takwil Kakbah sebagai Baitullah
Jamaah melakukan aktivitas di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (20/3/2024).(MI/Usman Iskandar)

KAKBAH kadang disebut juga sebagai Baitullah. Secara terjemahan, Baitullah ialah rumah Allah. Namun ini bukan makna sebenarnya tetapi makna kiasan.

Bagaimana penjelasan tentang Baitullah yang terdapat di Surat Al-Baqarah ayat 125? Berikut tafsir Al-Qur'an surat tersebut oleh Kiai Asyari Masduki dari LDNU PC Kediri, Jawa Timur.

Surat ke-2 Al-Baqarah ayat 125

وَإِذۡ جَعَلۡنَا ٱلۡبَیۡتَ مَثَابَةࣰ لِّلنَّاسِ وَأَمۡنࣰا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبۡرَ ٰ⁠هِـۧمَ مُصَلࣰّىۖ وَعَهِدۡنَاۤ إِلَىٰۤ إِبۡرَ ٰ⁠هِـۧمَ وَإِسۡمَـٰعِیلَ أَن طَهِّرَا بَیۡتِیَ لِلطَّاۤىِٕفِینَ وَٱلۡعَـٰكِفِینَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Baca juga : Tafsir An-Nisa Ayat 79 tentang Kenikmatan dan Musibah

Wa idz ja'alnal baita matsaabatal lin naasi wa amnaa, wattakhidzuu mim maqaami ibraahiima mushallaa, wa 'ahidnaa ilaa ibraahiima wa ismaa'ila an thahhiraa baitiya lith thaa ifiina wal 'aakifiina war rukka'is sujuud.

Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah (Kakbah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Sucikanlah rumah yang Aku muliakan (Kakbah) untuk orang-orang yang thawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"

Penjelasan

"Ayat ini tergolong ayat mutasyabihat. Ini karena makna zahirnya mengindikasikan seolah-olah Allah memiliki tempat tinggal, yaitu Kakbah," ujar Asyari.

Baca juga : Tafsir Shad Ayat 75-76: Iblis Tolak Sujud kepada Nabi Adam

Makna seperti itu, kata dia, ialah makna yang tidak benar. Dalihnya, makna zahir itu bertentangan dengan prinsip akidah Islam yang didasarkan pada ayat muhkamat dan dalil aqliy yang qath'i (tidak terbantahkan) bahwa Allah tidak serupa dan tidak membutuhkan pada makhluk-Nya.

Para ulama menakwilkan ayat itu أن طهرا بيتي. Takwilnya yaitu Kakbah ialah rumah yang dimuliakan oleh Allah, bukan rumah yang menjadi tempat tinggal Allah. 

Idhafah (penyandaran) lafadz bait kepada Allah pada lafadz بيتي ialah idhafah at-tasyrif bahwa Allah memuliakan Kakbah.

Baca juga : Tafsir Adz-Dzariyat Ayat 47: Allah tidak Punya Tangan

Dalam ayat ini, Allah ta'ala memerintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk menyucikan Kakbah dan Masjidil Haram.

Perintah ini bukan berarti bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah lalai atau tidak peduli dengan kesucian Kakbah dan Masjid Al-Haram, sehingga Allah memerintahkan keduanya untuk menyucikannya.

Namun maknanya yaitu perintah untuk menjaga kesucian Kakbah dan Masjid Al-Haram dan perintah untuk lebih lagi dalam menyucikan keduanya. Ini karena seorang nabi tidak ada yang lalai dalam menyucikan Kakbah dan Masjid Al-Haram.

Baca juga : Tafsir Surat Luqman Ayat 13 tentang Nasihat Lukman untuk Anaknya

Perhatian

Masjid Al-Haram disebut dengan Al-Haram karena masjid ini memiliki kemuliaan. Masjid ini memiliki keistimewaan-keistimewaan dan hukum-hukum khusus yang tidak dimiliki oleh masjid-masjid yang lain. 

Di antara kemuliaan itu ialah salat di masjid ini pahalanya dilipatgandakan sampai 100.000 kali lipat. Di antara yang menunjukkan kemuliaan tersebut bahwa Allah mengidhafahkan lafadz bait kepada-Nya. 

Demikianlah tafsir tentang Kakbah sebagai Baitullah dalam Surat ke-2 Al-Baqarah ayat 125. Semoga dapat dipahami. (Z-2)

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Wisnu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat