visitaaponce.com

Pemuda Memiliki Peran Penting Kembangkan Ekonomi Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pemuda Memiliki Peran Penting Kembangkan Ekonomi Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan 
Seminar Kebangsaan di Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya(Dok)

TRANSFORMASI digital telah menjadi pendorong utama perubahan di berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam memperkuat komitmen kebangsaan. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Mochammad Nursalim MSi dalam Seminar Kebangsaan di Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya. 

Dalam konteks pendidikan, transformasi digital membuka peluang untuk pembelajaran jarak jauh yang lebih inklusif dan merata. Transformasi digital juga membawa tantangan yang harus diatasi untuk memastikan penguatan komitmen kebangsaan. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan digital, di mana tidak semua wilayah atau individu memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan internet. 

"Pemerintah perlu memastikan bahwa infrastruktur digital tersedia dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil dan marginal," tegasnya seraya menambahkan bahwa literasi digital harus ditingkatkan agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan produktif yang dikutip di Jakarta, Senin (10/6). 

Baca juga : Perusahaan Modal Ventura ini Siap Investasikan Rp117 Triliun untuk Startup Teknologi

Sementara itu pembicara lainnya, yakni  Ketua Bidang Penataan Jaringan dan Distribusi Kader Pengurus Pusat Pemuda Katolik  Marcellus Hakeng Jayawibawa, menegaskan bahwa pemuda memiliki keunggulan kompetitif dalam adaptasi dan inovasi teknologi. Dalam era Revolusi Industri 5.0, pemuda Indonesia sering mempelopori startup yang menawarkan solusi inovatif untuk berbagai masalah sosial dan ekonomi. 

“Dengan partisipasi aktif dalam komunitas teknologi dan jaringan profesional, pemuda berperan penting dalam membentuk ekosistem digital yang inklusif dan dinamis, trmasuk melalui peran mereka dalam inkubator dan akselerator teknologi,” ujar Marcellus Hakeng.

Dari itu, menurutnya, partisipasi pemuda dalam program pelatihan dan edukasi sangat penting untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat luas, termasuk kelompok rentan yang mungkin tertinggal dalam transformasi digital. 

Baca juga : Implementasiikan Teknologi Digital, PLN EPI Raih Penghargaan Digitech Award

“Maka komitmen kebangsaan diperkuat melalui pemberdayaan ekonomi lokal dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) serta ekonomi kreatif, yang dapat memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hakeng. 

Peningkatan kualitas pendidikan melalui integrasi teknologi juga harus memberikan akses yang lebih luas dan kualitas pendidikan yang lebih baik. Hal ini membantu menciptakan generasi muda yang cerdas dan berdaya saing. 

“Sehingga teknologi dapat digunakan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya lokal melalui platform digital, termasuk konten multimedia, aplikasi pembelajaran budaya, dan inisiatif digital lainnya, yang memperkuat identitas nasional dan membangun solidaritas di antara masyarakat,” katanya. 

Baca juga : Membangun Masa Depan Grosir Digital

Marcellus Hakeng juga memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi digital. Sehingga pemuda dapat memainkan peran penting dalam mengembangkan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. 

“Melalui inovasi dan kewirausahaan, mereka dapat menciptakan lapangan kerja baru, mendukung usaha kecil dan menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,”  paparnya. 

Dengan begitu pemerintah juga harus mendukung inisiatif tersebut dengan kebijakan yang memfasilitasi ekosistem startup, memberikan insentif bagi inovator muda, dan mempromosikan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. 

“Sehingga semakin jelas partisipasi aktif pemuda dalam tata kelola dan demokrasi digital juga sangat penting,” ucap Hakeng. (Z-8)

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putra Ananda

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat