visitaaponce.com

Harga Tiket Museum Dinilai Terlalu Murah

Harga Tiket Museum Dinilai Terlalu Murah
Pengunjung mengamati benda bersejarah yang dipajang di museum Lampung, Lampung, Sabtu (6//7/2024).(Antara/Ardiansyah)

REVITALISASI museum merupakan langkah strategis yang penting dalam mendukung pelestarian warisan sejarah dan budaya Indonesia. Pada Mei lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi meresmikan badan layanan umum (BLU) pertamanya di bidang kebudayaan, yakni Indonesian Heritage Agency (IHA). Sejak resmi berdiri, IHA menginisiasi program revitalisasi museum dan cagar budaya, seperti revitalisasi Museum Benteng Vredeburg, Museum Nasional Indonesia, Museum Song Terus, dan masih banyak lagi.  

Meskipun keberadaan BLU Museum dan Cagar Budaya menuai berbagai pandangan, penggiat museum, Yosef Kelik, menyoroti manfaat positif dari otonomi keuangan BLU dalam mengelola museum dan cagar budaya. "Dengan BLU khusus untuk museum dan cagar budaya, ini menjadi peluang besar untuk mendukung kemajuan budaya dan pelestarian museum serta cagar budaya di Indonesia. Pendapatan yang dikelola secara mandiri melalui tarif kunjungan museum bisa langsung digunakan untuk meningkatkan layanan dan fasilitas museum." 

Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat perubahan besar dalam dunia permuseuman di Indonesia. Hanya terkadang penetapan harga tarif masuk museum masih menjadi bahan diskusi dari berbagai kalangan. Yosef Kelik menjelaskan harga tiket yang terlalu murah sering kali membuat orang berpikir bahwa mereka akan mendapatkan pengalaman yang juga murahan. Padahal, banyak museum sekarang telah bertransformasi menjadi tempat yang keren dan menarik.

"Dulu, banyak museum di Indonesia dikenal dengan image yang kurang menarik: gedungnya tua dan kusam, koleksinya barang-barang kuno, dan pegawainya kurang bersemangat. Namun, beberapa tahun terakhir, banyak yang telah berubah. Museum-museum kini didesain lebih modern, eye-catching, dan bahkan menjadi tempat favorit untuk museum date. Ini menunjukkan betapa jauh perkembangan yang telah dicapai. Karenanya, untuk pengelola museum, asalkan museum yang dikelola bersih, koleksi tertata dan peka terhadap perkembangan zaman, menghadirkan layanan prima, dan bahkan sering mengadakan kegiatan seperti pameran temporer, diskusi/seminar, hingga pertunjukan, ya mestinya percaya diri menarik tiket ataupun meningkatkan tarif biaya masuk untuk mendukung peningkatan layanan yang lebih baik," paparnya. 

Hingga saat ini, harga tiket museum yang dikelola oleh pemerintah, khususnya di bawah naungan BLU Indonesian Heritage Agency berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp10.000. Yosef menambahkan bahwa meskipun ada potensi peningkatan tarif museum untuk peningkatan fasilitas dan layanan, harus pula ada kebijakan harga khusus yang lebih murah atau bahkan bisa saja gratis untuk kelompok pengunjung tertentu seperti pelajar dan mahasiswa untuk tujuan edukasi. (Z-2)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Wisnu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat