visitaaponce.com

Perdana Menteri Australia Mengutuk Serangan pada Konsulat AS di Sydney

Perdana Menteri Australia Mengutuk Serangan pada Konsulat AS di Sydney
PM Australia, Anthony Albanese, mengecam serangan pada konsulat AS di Sydney yang melibatkan penggunaan palu dan vandalisme dengan grafiti(instagram)

PERDANA Menteri Australia, Anthony Albanese, telah mengutuk sebuah insiden di mana konsulat AS di Sydney diserang dengan palu dan dicemari dengan grafiti pro-Palestina.

Albanese mengatakan, Senin, para demonstran seharusnya "menurunkan suhu" dan bahwa tindakan seperti itu "bukanlah cara orang Australia".

"Konflik di Timur Tengah adalah masalah yang sulit. Ini kompleks. Ini pasti membutuhkan sedikit nuansa dan bukanlah masalah semata-mata menyuarakan slogan," kata Albanese dalam konferensi pers di Canberra.

Baca juga : 1.6048 Polisi Amankan Aksi Bela Palestina

"Tindakan seperti melukis Konsulat AS tidak melakukan apa pun untuk memajukan tujuan mereka yang telah melakukan apa yang tentunya merupakan kejahatan merusak properti."

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menggambarkan insiden tersebut sebagai "tercela".

"Ini merupakan indikasi dari pembicaraan publik yang semakin kasar yang tidak dibutuhkan oleh siapa pun di Australia," kata Minns. 

Baca juga : Prancis Setop Dana Pengungsi Palestina, Ikuti Amerika dan Inggris

"Perilaku seperti ini akan diselidiki dan dihukum oleh polisi NSW."

Polisi mengatakan bahwa rekaman kamera keamanan menunjukkan seorang figur berjubah dengan wajahnya tersembunyi memecahkan jendela di konsulat sekitar pukul 3 pagi pada hari Senin.

Lambang konsulat juga disemprot cat dengan dua segitiga merah terbalik, yang digunakan oleh beberapa demonstran untuk melambangkan perlawanan Palestina.

Baca juga : AS Minta Dibantu Lawan Houthi Yaman, Ini Jawaban Australia

Konsulat sebelumnya sudah pernah dicemari dengan kata-kata "Free Gaza" pada bulan April, sementara konsulat AS di Melbourne disemprot cat dalam insiden serupa bulan lalu.

Australia adalah sekutu dekat Israel, tetapi telah menjadi semakin kritis terhadap penanganan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas perang di Gaza dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan April, Albanese mengecam penjelasan Israel atas pembunuhan wanita Australia, Zomi Frankcom, dan enam pekerja bantuan lainnya di Gaza sebagai "tidak cukup baik". (Al Jazeera/Z-3)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat