visitaaponce.com

APBD Rp1,2 Triliun, Pembangunan Kota Sukabumi Bermasalah

APBD Rp1,2 Triliun, Pembangunan Kota Sukabumi Bermasalah
Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji memaparkan kendala pembangunan di wilayahnya.(MI/BENNY BASTIANDY)

BEBAN APBD Kota Sukabumi, Jawa Barat, relatif cukup berat. Besarannya
tak berbanding lurus dengan kebutuhan program pembangunan.

Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji mengatakan, nilai APBD Kota Sukabumi masih di kisaran Rp1,2 triliun. Hampir sebagian besar anggaran itu digunakan menggaji pegawai.

"APBD kita Rp1,2 triliun. Padahal kebutuhan untuk membangun Kota
Sukabumi sangat besar," kata Kusmana seusai menghadiri kegiatan silaturahmi dengan media di salah satu rumah makan di Jalan Suryakencana, Rabu (10/7).

Baca juga : Penyerapan APBD Kota Sukabumi Capai 93%

Dia menuturkan alokasi APBD Kota Sukabumi lebih banyak digunakan untuk
kebutuhan belanja. Belum lagi tahun ini anggaran harus dialokasikan untuk kebutuhan Pilkada serentak.

"Lebih banyak itu alokasi untuk belanja, seperti gaji pegawai dan lainnya," ucapnya.

Kusmana menyebut saat ini mulai dibahas pengalokasian kebutuhan anggaran untuk 2025. Dia mengaku akan mencari sumber-sumber pendanaan lain dari Pemprov Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

Baca juga :  Pendapatan APBD Kabupaten Sukabumi Berkurang Rp550 Miliar

"Makanya inovasi, investasi, dan hal-hal yang bisa membuat ekonomi kita
maju dan kondusivitas wilayah akan menjadi indikator bagi pemerintah pusat memberikan dukungan pendanaan," ujar dia.

Secara politis, lanjut Kusmana, bantuan anggaran dari pemerintah pusat juga diperlukan dukungan dari para wakil rakyat di dapil Sukabumi yang sekarang duduk di DPR RI. Diharapkan juga partisipasi dari para perangkat daerah agar membuat inovasi-inovasi yang bisa berdampak terhadap penilaian di tingkat pusat.

"Nanti pada 12 Juli 2024, saya akan memberikan pemaparan terkait
beberapa sumber anggaran yang akan diusulkan ke pusat. Mudah-mudahan, tahun ini masih ada beberapa peluang program yang bisa didanai APBN,"
pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat