visitaaponce.com

Atasi Banjir, Pemkot Sukabumi Bangun Kolam Retensi di Kawasan Terminal

Atasi Banjir, Pemkot Sukabumi Bangun Kolam Retensi di Kawasan Terminal
Ilustrasi kolam retensi.(ANTARA/YUSUF NUGROHO)

KAWASAN Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi di Kota Sukabumi, Jawa Barat, salah satu lokasi rawan banjir. Setiap kali turun hujan, di kawasan tersebut kerap terjadi banjir luapan.

Pemerintah daerah setempat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang mulai membuat kolam retensi. Keberadaannya diharapkan bisa berfungsi sebagai pengendali air saat terjadi banjir.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Kota Sukabumi, Eris Indrawan, mengatakan biaya pembangunan kolam retensi dibantu dari bantuan keuangan Pemprov Jabar. Nilai anggarannya sebesar Rp5,1 miliar lebih.

Baca juga : Cegah Banjir, Pemkot Sukabumi Segera Bangun Kolam Retensi

"Sejak Senin (8/7) sudah dimulai pekerjaannya," kata Eris kepada wartawan, Rabu (10/7).

Eris menuturkan pemilihan lokasi pembangunan kolam retensi di kawasan terminal didasari pertimbangan tingkat kerawanan. Sebab, setiap kali hujan, apalagi dengan intensitas tinggi, wilayah itu jadi langganan baniir.

"Harus ada solusi mengatasinya yaitu dengan membangun kolam retensi. Fungsinya sebagai pengendali air saat terjadi banjir luapan," tegasnya.

Baca juga : Bencana Hidrometeorologi Masih Menjadi Ancaman di Kota Sukabumi

Daya tampung atau kapasitas kolam retensi cukup besar. Sehingga nantinya mampu menampung air dengan volume besar.

"Secara teknis nanti kolam retensi dilengkapi dengan sistem pengaturan air. Sehingga air yang tertampung nanti dialirkan kembali secara terkontrol," tegas dia.

Upaya yang dilakukan diharapkan bisa mengurangi risiko terjadinya banjir luapan yang kadang kala merendam permukiman warga. Upaya itu juga merupakan solusi yang dilakukan Pemkot Sukabumi mengurangi risiko terjadinya bencana dampak cuaca ekstrem.

"Mudah-mudahan pembangunannya tepat waktu. Kami juga akan rutin mengawasi pekerjaan pembangunan hingga nanti melakukan pemeliharaannya," pungkasnya. (Z-6)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat