visitaaponce.com

Era Baru Industri Tekstil Indonesia dengan Kurangi Bahan Kimia Berbahaya

Era Baru Industri Tekstil Indonesia dengan Kurangi Bahan Kimia Berbahaya
Sejumlah industriawan tekstil menghadiri seminar Zero Discharge of Hazardous Chemicals di Bandung(DOK/API)

KOLABORASI Testex, SGS, Primatek dan Panta Rei menggelar seminar Zero Discharge of Hazardous Chemicals (ZDHC) pertama di Kota Bandung. Dengan tema Sustainable Solution : Navigating the ZDHC Roadmap to Zero, seminar digelar sebagai bagian dari Global ZDHC Roadshow 2024.

"Ini menandai tonggak penting dalam perjalanan menuju industri tekstil yang berkelanjutan di Indonesia. Indonesia, pemimpin global dalam produksi pakaian dan tekstil, mempekerjakan sekitar tiga juta orang, menegaskan dampak yang signifikan dari industri ini," ungkap pengurus Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Suhendro Limantoro, saat membuka seminar, Rabu (10/7).

Dia menambahkan dengan berkomitmen pada standar ZDHC, Indonesia tidak hanya meningkatkan jejak lingkungan industri, tetapi juga menetapkan preseden untuk praktik bisnis yang bertanggung jawab secara global. Komitmen ini menempatkan industri tekstil Indonesia sebagai pemimpin dalam keberlanjutan, memperkuat daya saing dan reputasi di pasar global.

Baca juga : Kemenperin: 11 Ribu Buruh Tekstil Kena PHK akibat Aturan Kemendag

Dengan perkiraan ukuran pasar sebesar USD 13,83 miliar pada 2024 dan nilai ekspor sebesar USD 3,7 miliar pada 2023, Indonesia memainkan peran penting dalam memasok pakaian dan tekstil kepada merek-merek global. Di antaranya H&M, Adidas, Zara, dan banyak merek terkenal lainnya.

Namun, industri ini menghadapi tantangan keberlanjutan, terutama dalam pengelolaan air limbah dan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi.


Lingkungan

Baca juga : Mendag Kaji Pengenaan Tarif BMTP dan BMAD Lindungi Industri Nasional


Program Zero Discharge of Hazardous Chemicals (ZDHC) adalah inisiatif revolusioner yang menyatukan merek global, pemasok, dan produsen di seluruh industri tekstil dan alas kaki. Misi bersama yang diemban ialah menghilangkan bahan kimia berbahaya dari rantai nilai tekstil dan alas kaki secara global.

Visi ZDHC adalah mendorong penerapan luas kimia berkelanjutan dan praktik terbaik untuk melindungi konsumen, pekerja, dan lingkungan.

Platform ZDHC memungkinkan peluang bisnis dengan menghubungkan pabrik secara langsung dengan merek global yang menggunakannya dalam mencari mitra yang dapat diandalkan dan mematuhi standar yang berlaku.

Baca juga : Industri Tekstil Dalam Negeri Ambruk Akibat Produk Impor, Penetapan BMAD Dinilai Efektif

"Dengan menunjukkan komitmen terhadap produksi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, pabrik dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pemain utama industri dan membuka peluang baru. Bergabung dengan platform ZDHC adalah langkah strategis menuju masa depan yang berkelanjutan dan keunggulan kompetitif di pasar global," lanjut Suhendro.

Topik utama dalam seminar ini  adalah mengenai roadmap ZDHC dan pentingnya pengelolaan bahan kimia serta air limbah baik dalam teori maupun praktik.

Testex, penyedia solusi ZDHC, menekankan pendekatan komprehensif terhadap pengelolaan bahan kimia dan menunjukkan solusi dalam proses audit serta sertifikasi, termasuk OEKO-TEX® STeP.

Baca juga : Kebijakan Bea Masuk Antidumping Segera Diterbitkan

Primatek, bekerja sama dengan Panta Rei sebagai penyedia pelatihan dan solusi ZDHC terakreditasi. Mereka memperkenalkan solusi inovatif dalam pengelolaan air limbah, yang memungkinkan pabrik untuk mencapai standar ZDHC dan mendaur ulang lebih dari 80% air di fasilitas.
 
Studi kasus nyata tentang penerapan solusi ZDHC ini dipresentasikan Suhendro Limantoro, yang juga pemilik PT Sinar Para Taruna, produsen renda terkemuka yang melayani merek internasional termasuk Victoria's Secret, Uniqlo, dan Giorgio Armani.

PT Sinar Para Taruna adalah pemasok ZDHC yang telah memastikan sertifikasi OekoTex sejak 2001 dan menerapkan pengolahan limbah air Panta Rei pertama di Indonesia pada 2019.

Hendro menyatakan penting untuk terus memperbarui pabrik untuk menemukan cara menghemat energi, menggunakan lebih sedikit air, dan menggunakan teknologi baru untuk menurunkan biaya produksi, sehingga bisa mencapai harga jual yang kompetitif.

SGS membahas peran platform mereka dalam pengelolaan bahan kimia, integrasi dengan persyaratan ZDHC. Manfaatnya ialah penilaian bahaya bahan kimia yang digunakan serta pemantauan terhadap penerapannya di lapangan.

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat