visitaaponce.com

Tangani Bencana. BPBD Kabupaten Bandung Luncurkan Aplikasi Pelaporan Masyarakat

Tangani Bencana. BPBD Kabupaten Bandung Luncurkan Aplikasi Pelaporan Masyarakat
Sejumlah anggota BPBD Kabupaten Bandung siaga menerima pelaporan bencana dari warga.(DOK/BPBD KABUPATEN BANDUNG)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung terus meningkatkan layanan kebencanaan bagi masyarakat. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi pelaporan peristiwa kebencanaan.

"Bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, BPBD mengembangkan aplikasi TiTaTu, atau Ditingali, Didata dan Dibantu. Lewat aplikasi ini masyarakat dalam menginformasikan setiap kejadian kebencanaan dengan cepat," kata kepala BPBD Kabupaten Bandung, Uka Suska Puji Utama, Kamis (11/7).

Aplikasi ini sudah bisa diakses oleh masyarakat umum melalui handphone android. Diharapkan pada Agustus 2024 mendatang, TiTaTu akan diluncurkan secara resmi.

Baca juga : BPBD Kabupaten Bandung Siap Hadapi Kemarau

"Aplikasi TiTaTu ini bisa diakses oleh semua masyarakat untuk mempercepat pelaporan atau penyampaian informasi kebencanaan ke BPBD Kabupaten Bandung. Dengan adanya pelaporan yang cepat, nantinya BPBD akan bergerak cepat untuk melakukan penanganan dalam setiap peristiwa atau kejadian kebencanaan. Selain itu, BPBD juga akan bergerak cepat untuk melakukan koordinasi dengan berbagai unsur yang ada di lapangan," tambah Uka.

Sebaliknya, imbuh Uka Suska, jika lambat dalam pelaporan sebuah peristiwa kebencanaan, selain akan menimbulkan kerusakan juga dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa di sekitar lokasi kejadian.

"Ada pengalaman yang sempat kita alami. Misalnya, di saat ada kejadian bencana, laporan baru diterima BPBD, beberapa jam setelah kejadian. Ada juga laporan diterima esok harinya," tambahnya.

Baca juga : Pemkab Bandung Datangkan 20 Pengusaha Filipina Bertemu Petani

Dengan adanya aplikasi TiTaTu ini dapat mempercepat laporan atau informasi kebencanaan yang didapat BPBD secara real time.

Dengan ketersediaan aplikasi TiTaTu, masyarakat ke depannya bisa dengan mudah mengakses hasil kajian risiko bencana (KRB) di semua kecamatan di Kabupaten Bandung.

"Dengan adanya hasil KRB ini, masyarakat bisa melihat potensi bencana yang terjadi di wilayahnya. Apakah ada potensi bencana banjir, gempa bumi, longsor, angin kencang, dan potensi lainnya. KRB hasil BPBD di semua kecamatan itu, nantinya akan diakses ke aplikasi tersebut," katanya.

Baca juga : Capai Ketahanan Pangan, Pemkab Bandung Hidupkan Ribuan Hektare Lahan Tidur

Dengan adanya hasil KRB yang disusun BPBD itu, bisa menjadi rujukan pemerintah desa maupun kecamatan dalam melakukan mitigasi maupun melakukan sebuah perencanaan di daerah. "Ini upaya mengurangi risiko kebencanaan," katanya.

Kabupaten Bandung merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi. Daerah memiliki luas wilayah 174.000 hektare, dengan kondisi alam perbukitan, pegunungan, dan lereng curam.

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat