visitaaponce.com

Apa Efek Samping Menggunakan KB Suntik 3 Bulan

Apa Efek Samping Menggunakan KB Suntik 3 Bulan?
Sebelum memilih KB suntik 3 bulan, yuks pelajari efek sampingnya.(Dok.MI)

ADA banyak jenis pilihan yang dapat anda gunakan saat memilih alat kontrasepsi. KB suntik 3 bulan bisa menjadi pilihan kontrasepsi yang praktis dan efektif.

Layaknya metode kontrasepsi lainnya, KB suntik 3 bulan juga memiliki efek samping yang perlu diketahui. 

Efek Samping

1. Perubahan Siklus Menstruasi

Salah satu efek samping yang paling umum adalah perubahan pada siklus menstruasi. Ini bisa berupa durasi menstruasi yang lebih panjang atau lebih pendek, perubahan jumlah darah haid. Bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali setelah penggunaan satu tahun. Biasanya, siklus menstruasi akan kembali normal setelah penghentian penggunaan KB.

Baca juga : Ini yang Harus Dilakukan sebelum Suntik KB

2. Bertambahnya Berat Badan

Penggunaan KB suntik 3 bulan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Rata-rata, perempuan yang menggunakan metode ini selama 3 tahun mengalami peningkatan berat badan sekitar 5 kg. Kenaikan berat badan ini sering kali disebabkan oleh perubahan hormon yang mempengaruhi nafsu makan.

3. Nyeri di Area Bekas Suntikan

Beberapa perempuan mungkin merasakan nyeri di area bekas suntikan, meskipun ini umumnya bersifat ringan. Jika nyeri tersebut hebat, berkepanjangan, atau disertai gejala lain seperti gatal, kemerahan, atau nanah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

4. Sakit Kepala

Sakit kepala adalah efek samping lain yang mungkin dialami, sering kali akibat perubahan hormon esterogen. Selain sakit kepala, beberapa perempuan juga bisa merasa lelah dan pusing.

Baca juga : Ini yang Harus Dilakukan Sebelum Suntik KB

5. Menimbulkan Jerawat

Perubahan hormon akibat KB suntik dapat meningkatkan produksi minyak dan lemak di wajah, yang bisa menyebabkan jerawat, terutama jika terjadi penyumbatan pada pori-pori.

6. Tidak Terlindungi dari Penyakit Menular Seksual

KB suntik 3 bulan tidak melindungi dari penyakit menular seksual. Penggunaan kondom disarankan untuk mengurangi risiko tertular penyakit menular seksual.

7. Memengaruhi Kesuburan

Setelah menghentikan penggunaan KB suntik, Anda mungkin memerlukan waktu antara 10-18 bulan untuk bisa hamil. Jadi, ini mungkin bukan pilihan terbaik bagi Anda yang berencana untuk hamil segera.

Baca juga : Vaksinasi Ganda pada Anak, Perlukah Khawatir?

8. Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Penggunaan jangka panjang KB suntik 3 bulan dapat meningkatkan risiko osteoporosis karena medroxyprogesterone yang dapat menurunkan kepadatan tulang. Penggunaan lebih dari 2 tahun tidak disarankan.

9. Menurunnya Gairah Seksual

Pada beberapa perempuan, KB suntik dapat menurunkan gairah seksual karena kadar hormon testosteron yang lebih rendah, yang dapat mempengaruhi libido.

10. Menyebabkan Depresi

Perubahan hormonal yang terjadi setelah menggunakan KB suntik 3 bulan dapat memicu kondisi seperti jerawat, kenaikan berat badan, dan menurunnya gairah seksual, yang berpotensi menyebabkan depresi.

Baca juga : Mengenal Kandungan dan 3 Bahaya Mengonsumsi Susu Evaporasi

Selain efek samping di atas, KB suntik 3 bulan juga dapat menyebabkan efek samping lain seperti rambut rontok, sakit perut, perut kembung, gugup, dan reaksi alergi pada beberapa orang.

Meskipun ada berbagai efek samping, KB suntik 3 bulan juga memiliki keunggulan seperti efektivitas dalam mencegah kehamilan selama 3 bulan, tidak mengganggu aktivitas seksual, dan tidak perlu dikonsumsi setiap hari.

Namun, metode ini mungkin tidak cocok untuk semua orang, terutama jika Anda memiliki riwayat depresi, risiko osteoporosis, kanker payudara, pendarahan di luar siklus menstruasi tanpa sebab yang jelas, penyakit hati, atau riwayat serangan jantung atau stroke.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan, konsultasikan dengan dokter untuk memahami manfaat, cara kerja, dan efek samping dari metode kontrasepsi ini. Pastikan untuk mengikuti jadwal suntik sesuai saran dokter dan menghindari pantangan seperti konsumsi alkohol dan obat kortikosteroid jangka panjang. (Z-3)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat