visitaaponce.com

Lutut Kaku Saat Bangun Tidur Waspadai Gejala Pengapuran Sendi

Lutut Kaku Saat Bangun Tidur? Waspadai Gejala Pengapuran Sendi
Waspada pengapuran saat lutut kaku(Freepik)

DOKTER spesialis bedah ortopedi konsultan panggul dan lutut lulusan Universitas Padjadjaran Kiki Novito menyarankan agar mereka yang mengalami lutut kaku saat bangun tidur waspada. Sebab, bisa jadi itu adalah tanda-tanda pengapuran sendi, terutama bagi mereka yang berusia 45-50 tahun.

“Jika Anda berusia di atas 45-50 tahun dan merasa sulit berdiri setelah bangun tidur karena lutut kaku dan tidak bisa langsung ditekuk, itu adalah tanda peringatan,” kata  Kiki saat dikutip melalui Antara, Selasa (9/7).

Kiki menjelaskan bahwa kekakuan pada lutut di pagi hari bisa disebabkan oleh peningkatan derajat pengapuran sendi, yang dapat dinilai dari skala 0 hingga empat.

Baca juga : Ini yang Harus Dilakukan sebelum Suntik KB

Pada derajat 0, lutut dalam keadaan sehat. Namun, pada derajat 1-2, biasanya terdapat kekakuan saat bangun tidur.

“Pada derajat selanjutnya, rasa sakit dan kekakuan pada lutut bisa berkurang, namun sendi akan terasa sakit saat berjalan jauh. Derajat empat adalah yang paling parah, di mana tulang paha dan tulang kering sudah bertemu tanpa adanya tulang rawan,” tambahnya.

Untuk mencegah peningkatan derajat pengapuran sendi, Kiki menyarankan agar memperkuat otot sendi melalui aktivitas fisik seperti jalan kaki dan angkat beban.

Baca juga : Jangan Abai, Minum Obat Hipertensi hingga Tekanan Darah Normal

“Olahraga dapat membantu meratakan cairan sendi dan membuat gerakan lebih fleksibel. Lakukan olahraga seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau gym selama 30 menit, tiga hingga empat kali seminggu,” jelasnya.

Sebagai Presiden Indonesian Hip and Knee Society, Kiki juga menekankan pentingnya gaya hidup aktif sejak muda, karena massa otot mulai berkurang pada usia 35 tahun.

Tanpa latihan fisik yang cukup, risiko pengapuran sendi akan meningkat karena penurunan massa otot.

Aktivitas fisik juga penting untuk menjaga berat badan agar tidak membebani sendi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat pengapuran sendi secara genetik.

“Tidak semua orang gemuk akan mengalami pengapuran, dan tidak semua penderita pengapuran adalah orang gemuk. Banyak pasien kurus yang mengalami pengapuran karena faktor genetik. Jika malas bergerak, massa otot berkurang dan kekuatan fisik juga menurun,” tutup Kiki.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat