visitaaponce.com

TNI dan Polri Diminta Perluas Penyidikan Pembakaran Rumah Wartawan di Kabupaten Karo

TNI dan Polri Diminta Perluas Penyidikan Pembakaran Rumah Wartawan di Kabupaten Karo
Kompolnas bersama personel Polres Tanah Karo meninjau rumah wartawan yang terbakar di Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara, Selasa (2/7/2024)(ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)

TNI dan Polri diminta untuk bekerja sama perluas penyidikan kasus pembakaran rumah wartawan Tribata TV di Kabupaten Karo. Hal itu dikarenakan munculnya dugaan adanya oknum TNI yang terlibat dalam kasus tersebut.

Direktur LBH Medan, Irvan Saputra mengatakan, penyidikan harus mengarah ke aparat bahkan dari runutan dan rekam jejak digital atau media sosial korban sempat menyebut nama dan satuannya pemilik judi tembak ikan tersebut.

"Lokasi judi ikan memang bisnis yang cukup besar karena fakta dan data beredar omsetnya capai puluhan hingga ratusan juta. Tidak lagi kita harus ujug-ujug ke eksekutor jadi mengarah ke bakcingan-backingan," kata Irvan dalam acara Hot Room Metro TV yang dipandu oleh Hotman Paris, Rabu (10/7).

Baca juga : Kebakaran Rumah Wartawan di Karo, TNI akan Tindak Tegas jika Anggotanya Terbukti Melanggar

Mewakili keluarga korban, LBH Medan meminta Polda Sumut bekerja secara objektif, transparan, dan akuntabel. Termasuk penyidikan ke oknum aparat.

"Harus ditingkatkan tapi ini kan anggota TNI maka Polisi tidak bisa masuk maka harus bekerja sama dengan Pangdam. Ini harus segera disidik apakah ada keterlibatan anggota TNI tersebut jadi ini harus segera agar tidak menimbulkan perspektif liar di masyarakat," ujar Irvan.

Di kesempatan yang sama, Kapolda Sumatera Utara Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan penyidikan ini harus dituntaskan tahap demi tahap yang dilakukan.

Baca juga : Mabes Polri Pastikan Usut Pelaku Lain Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Karo

"Penyidikan ini juga buka posko pengaduan terkait kasus ini sehingga agar bisa tahu semua informasi yang berkembang. Penyidik akan berikan perlindungan kepada saksi dan berkoordinasi dengan LPSK," kata Setya.

Anak korban Eva Pasaribu mengatakan meninggalnya anggota keluarganya kemungkinan besar ada keterlibatan oknum TNI. Oleh karena itu pihak korban meminta penegak hukum memperluas penyidikan sehingga menangkap aktor intelektualnya.

"Keterlibatan aparat dalam praktek judi dan narkoba di Tanah Karo. Sehingga saya meminta penyidikan diperluas hingga ke oknum aparat tersebut dan saya percaya itu jadi pemicunya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, terjadi kebakaran di rumah seorang wartawan Tribata TV bernama Rico Sempurna Pasaribu (47) yang beralamat di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut) pada Kamis dini hari, 27 Juni 2024.

Kebakaran yang menewaskan 4 orang tersebut diduga karena Rico gencar memberitakan masalah judi dan narkoba di Kabupaten Karo. (Iam)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat