visitaaponce.com

Terjadi 72 Kasus Kebakaran Kurun 6 Bulan, Dinas PKP Depok Warga Harus Waspada

Terjadi 72 Kasus Kebakaran Kurun 6 Bulan, Dinas PKP Depok: Warga Harus Waspada
Ilustrasi.(Ist)

KEPALA Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kota Depok Adnan Mahyudin, mengatakan kasus kebakaran di wilayah tersebut mencapai 72 kasus periode Januari-Juni 2024. Jumlah ini meningkat ketimbang tahun lalu pada periode yang sama, yakni 56 kasus.

Kebakaran itu paling sering menimpa tempat hunian dan tempat usaha. Penyebab terbanyak ialah arus pendek listrik, puntung rokok, dan kompor gas. Data itu mengacu jumlah kasus kebakaran yang ditangani Bidang Operasional dan Penanggulangan Pemadam Kebakaran Depok. "Jumlah kasus kebakaran meningkat 25% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Adnan, Kamis (11/7).

Menurut dia, insiden kebakaran itu terjadi paling banyak karena faktor kelalaian. "Misalnya, saat masak, kompor gas menyala kemudian ditinggal pergi oleh pemiliknya. Atau pemiliknya main gim dan sibuk telepon. Bersyukur dalam kasus pada 2023 dan 2024 tidak ada korban jiwa."

Baca juga : Tiga Ruko Pakaian di Depok Hangus Terbakar, Empat Orang Dievakuasi

Sementara itu, Sekretaris Dinas PKP Depok Anton Fofani Muharram didampingi Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Dinas PKP Bambang Supoyo, menerangkan pada musim kemarau ini kebakaran selalu mengancam sehingga perlu ada kewaspadaan dini untuk pencegahannya.

Dia mengimbau warga mewaspadai penyebab kebakaran, seperti korsleting listrik, kompor, lilin, minyak tanah, puntung rokok, obat nyamuk bakar, pembakaran sampah, dan tungku berbahan bakar kayu.

Jika terjadi kebakaran, warga diingkatkan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran terdekat. Dinas PKP Depok memiliki perwakilan atau unit pelaksana tiap kecamatan sehingga bisa langsung dihubungi. "Kami memiliki 53 armada yang siap diterjunkan ke lokasi melakukan pemadaman, dalam hitung menit sudah sampai," ujarnya.

Anton juga mengimbau warga bisa melakukan upaya pemadaman sembari menunggu petugas datang dengan menggunakan karung goni, pasir, dan alat pemadam api ringan (apar) untuk mencegah kerugian lebih besar.

"Antisipasi diri terhadap bahaya kebakaran dapat dilakukan dengan mewujudkan ketahanan lingkungan, seperti poskamling dan sukarelawan-sukarelawan kebakaran. Saat terjadi kebakaran, warga jangan berkerumun karena akan menghambat mobilitas petugas Dinas PKP," tandasnya. (J-2)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat