visitaaponce.com

Bali Siap Antisipasi Inflasi Jelang Galungan dan Kuningan

Bali Siap Antisipasi Inflasi Jelang Galungan dan Kuningan
Bazzar pangan murah diselenggarakan di Denpasar, Bali, untuk mengendalikan harga serta pengendalian inflasi.(MI/Ruta Suryana)

PEMERINTAH Provinsi Bali saat ini melakukan berbagai antisipasi inflasi dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
Galungan dan Kuningan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemprov Bali, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Perum Bulog Kanwil Bali, dan Sekretariat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali melaksanakan rapat koordinasi Strategi Pengendalian Inflasi dalam rangka Menyambut HBKN Galungan dan Kuningan.

Rapat Koordinasi yang diadakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali ini dipimpin oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja.

Baca juga : Inflasi di Bali Naik Menjelang Lebaran 2024

Mengutip data dari BPS Bali, Erwin menyampaikan bahwa sampai dengan Agustus 2024, inflasi Bali relatif terjaga yang berada pada level 2,32% (yoy) dan tetap berada pada kisaran target inflasi nasional  2,5% ±1%.

"Inflasi Bali yang tetap terjaga merupakan hasil konsistensi, inovasi, dan sinergi yang sangat baik seluruh TPID di Bali, baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten," kata Erwin.

Namun menjelang HBKN Galungan dan Kuningan, terdapat potensi peningkatan risiko inflasi, terutama pada komoditas beras, daging babi, dan cabai rawit.

Baca juga : Tekan Laju Inflasi, Pemkot Denpasar Kembali Gelar Pasar Murah

Beras yang merupakan salah satu komoditas dengan bobot tertinggi menghadapi tantangan, seperti penurunan luas panen, pengiriman gabah keluar Bali, dan ketersediaan beras yang cenderung defisit saat arus wisatawan tinggi, di tengah belum optimalnya rice milling unit (RMU) di Bali.

Untuk memitigasi risiko tersebut, rapat koordinasi menyepakati beberapa langkah tindak lanjut dalam kerangka strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Di sisi Ketersediaan Pasokan, kerja sama antardaerah akan ditingkatkan untuk menjamin pasokan dengan harga kompetitif, serta mendorong pengembangan ekosistem ketahanan pangan dengan perumda sebagai offtaker melalui contract farming.

Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen (Genta Paten) akan dilanjutkan untuk meningkatkan pasokan pangan di tingkat rumah tangga, serta penanaman padi varietas unggul di lahan marjinal dan pemanfaatan lahan tidur untuk meningkatkan produktivitas.

Baca juga : Februari 2024, Inflasi di Bali Tercatat Naik 0,61%

Dari sisi Keterjangkauan Harga, TPID se-Bali sepakat untuk melanjutkan operasi pasar dan bazar pangan murah secara lebih masif dengan melibatkan perumda, Perum Bulog, dan pemerintah daerah. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali, Maruly Abraham Syah, menyampaikan bahwa Perum Bulog akan meningkatkan penyaluran beras dan melaksanakan operasi pasar lebih intensif untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

"Bulog akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Bank Indonesia, untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga," ujar Maruly.

Dari sisi Kelancaran Distribusi, TPID se-Bali akan mengoptimalkan bantuan transportasi pangan dari Badan Pangan Nasional untuk mendukung logistik pangan di daerah. Dinas Perhubungan Bali juga akan meningkatkan pengawasan untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar di tengah event internasional, kegiatan keagamaan, dan potensi curah hujan tinggi. (OL/J-3)

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat