visitaaponce.com

Elina Svitolina Ungkap Derita Bermain Saat Negaranya Diserang Rusia

Elina Svitolina Ungkap Derita Bermain Saat Negaranya Diserang Rusia
Petenis Ukraina Elina Svitolina(AFP/ANDREJ ISAKOVIC)

ELINA Svitolina mengungkapkan sulitnya bermain di putaran keempat Wimbledon setelah serangan rudal Rusia menewaskan puluhan orang dan merusak sebuah rumah sakit anak di Ukraina.

Petenis Ukraina berusia 29 tahun itu menangis dalam wawancara di lapangan usai melaju ke perempat final Wimbledon dengan mengalahkan petenis Tiongkok Wang Xinyu.

Svitolina bermain dengan mengenakan pita hitam di bajunya setelah mendapatkan kabar mengenai korban jiwa di negaranya akibat serangan Rusia.

Baca juga : Svitolina tidak Setuju Petenis Rusia dan Belarus Dilarang Tampil di Wimbledon

"Hari ini adalah pertandingan terberat dalam hidup saya," ungkap Svitolina.

"Secara mental, ini adalah yang terberat yang pernah saya hadapi. Namun, ini tidak ada apa-apanya dengan apa yang dihadapi warga Ukraina," lanjutnya.

Semifinalis Wimbledon 2023 itu merupakan atlet paling ternama dari Ukraina dan dia kerap angkat bicara mengenai nasib warga Ukraina yang menjadi korban invasi Rusia.

Baca juga : Kostyuk Berusaha tidak Pikirkan Invasi Rusia ke Ukraina

Selepas kemenangan 6-2 dan 6-1 atas Wang, Svitolina mengatakan, "Ini adalah penampilan yang bagus dari saya namun hari yang berat bagi warga Ukraina."

Di perempat final Wimbledon, Svitolina akan berhadapan  dengan juara Wimbledon 2022 Elene Rybakina.

Sedikitnya 36 orang tewas dan 140 lainnya terluka saat rudal Rusia menghantam sejumlah wilayah Ukraina, Senin (8/7).

Serangan itu juga menewaskan 19 orang di Kiev, termasuk dua orang di Rumah Sakit Anak Ohmatdyt, rumah sakit anak terbesar di Ukraina. (bbc/Z-1)

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat