visitaaponce.com

OpenAI Dikabarkan dapat Suntikan Dana Rp1250 Triliun

OpenAI Dikabarkan dapat Suntikan Dana Rp1250 Triliun
Video yang dibuat dengan alat text-to-video "Sora" milikOpen AI yang baru dirilis diputar di monitor di Washington, DC pada 16 Februari 2024(Drew Angerer / AFP)

OpenAI, perusahaan teknologi pembuat ChatGPT, telah menyelesaikan kesepakatan dengan investor sekitar US$80 miliar atau kurang lebih Rp1250 Triliun. Dengan adanya perjanjian tersebut, seperti yang dilaporkan oleh The New York Times, berarti nilai perusahaan rintisan yang berbasis di California tersebut akan meningkat hampir tiga kali lipat dalam waktu kurang dari 10 bulan. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak OpenAI

Kesepakatan itu akan membuat OpenAI melepas saham yang ada kepada investor yang dipimpin oleh Thrive Capital tersebut.  Hal ini akan memungkinkan para eksekutif dan karyawan untuk menjual saham dengan harga yang sangat menguntungkan, hanya tiga bulan setelah perusahaan tersebut selamat dari krisis besar ketika salah satu pendiri dan kepala eksekutif perusahaan Sam Altman dipecat dan kemudian dipekerjakan kembali hanya beberapa hari kemudian.

OpenAI memimpin revolusi dalam kecerdasan buatan ketika menempatkan program ChatGPT online pada akhir tahun 2022 yang popular di pasaran. Hal ini memicu minat yang luar biasa terhadap teknologi mutakhir, yang mampu menghasilkan teks, suara, dan gambar sesuai permintaan.

Baca juga : 8 Fakta dan Cara Kerja Google Bard, Saingannya ChatGPT

Microsoft, yang sudah menjadi investor di perusahaan rintisan tersebut, melipatgandakan investasinya. Raksasa perangkat lunak ini telah menyuntikkan dana sekitar US$13 miliar ke OpenAI dalam beberapa tahun terakhir.

Microsoft bersaingan sengit dengan Google untuk mengembangkan dan meluncurkan perangkat teknologi baru menggunakan kemampuan generatif AI, sampai-sampai Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) pada Januari melakukan penyelidikan terhadap investasi besar-besaran yang dilakukan oleh Microsoft, Google, dan Amazon dalam bidang kecerdasan buatan ini.

OpenAI, yang didirikan sebagai organisasi nirlaba pada  2015, menghadapi krisis besar pada bulan November lalu. Dewan direksi memecat CEO Sam Altman, salah satu tokoh paling karismatik di Silicon Valley, dan menuduhnya kurang transparan.

Baca juga : Sam Altman kembali sebagai CEO OpenAI setelah Dipecat

Namun, pada beberapa berikutnya, Microsoft mencoba mempekerjakannya kembali, sementara para eksekutif dan mayoritas karyawan OpenAI menuntut agar mereka yang berada di balik pemecatan Altman mengundurkan diri.

Dalam seminggu, Altman kembali bekerja sementara beberapa anggota dewan mengundurkan diri.(AFP/M-3)

Baca juga : OpenAI, Pembuat ChatGPT, Kini Bernilai Antara US$80 hingga US$90 Miliar

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat