visitaaponce.com

Rupiah Menguat Dipengaruhi Inflasi AS Turun

Rupiah Menguat Dipengaruhi Inflasi AS Turun
Petugas teller menunjukan uang rupiah dan dolar AS yang akan ditransaksikan, di Jakarta, Kamis (15/2/2024).(MI/ADAM DWI)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (16/5) ditutup menguat dipengaruhi oleh penurunan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) April 2024. Pada akhir perdagangan Kamis, kurs rupiah meningkat 104 poin atau 0,65% menjadi 15.924 per dolar AS dari sebelumnya sebesar 16.028 per dolar AS.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu perlemahan data-data ekonomi dan inflasi AS yang rilis tadi malam dan proyeksi peningkatan klaim pengangguran AS sehingga menambah optimisme pasar terhadap proyeksi penurunan suku bunga di September," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta, Kamis. 

Rully mengatakan data IHK AS April 2024 sesuai dengan ekspektasi pasar sebesar 3,4% secara tahunan atau turun dari sebelumnya 3,5%. Sedangkan penjualan ritel AS bulanan per April 2024 tidak tumbuh. Dengan demikian, keyakinan pelaku pasar mengenai penurunan bunga September 2024 sebesar 72,4% naik dari 65,09%.

Dari domestik, data neraca perdagangan Indonesia yang surplus sepanjang empat tahun berturut turut mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus selama empat tahun berturut-turut dengan nilai kumulatif sebesar US$157,21 miliar. 

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis melonjak ke level 15.944 per dolar AS dari sebelumnya sebesar 16.070 per dolar AS. (Ant/Z-2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Wisnu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat