visitaaponce.com

BI DKI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,6

BI DKI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,6%
Kereta MRT melintas di Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (6/5/2024). (MI/Agung Sastro)(Dok.Mi)

KEPALA Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Arlyana Abubakar, optimistis pertumbuhan ekonomi Jakarta hingga akhir tahun ini mampu mencapai 4,8% hingga 5,6%. Tahun lalu secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 4,96%

"Untuk keseluruhan tahun 2024, perekonomian Jakarta diperkirakan tumbuh meningkat dalam kisaran 4,8%-5,6% (yoy), dari 4,96% di tahun 2023. Prospek ini juga didukung oleh penyaluran kredit yang tumbuh tinggi sebesar 13%-15%," kata Arlyana di Jakarta, Kamis (16/5).

Arlyana menyebutkan, dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga (RT) dan investasi, diperkirakan akan tetap menjadi penggerak perekonomian Jakarta pada tahun 2024.

Baca juga : Bank Indonesia Ungkap Strategi Jaga Ketahanan Ekonomi

Peningkatan konsumsi RT didukung kuatnya keyakinan konsumen, maraknya 'meeting, incentive, conference, exhibition' (MICE) dan penyelenggaraan pemilu seperti pilpres, pileg, serta pilkada.
  
Sedangkan investasi didukung berlanjutnya proyek-proyek strategis, khususnya yang bersifat multitahun. Lalu, dari sisi lapangan usaha, prospek pertumbuhan yang meningkat ditopang oleh lapangan usaha perdagangan, jasa keuangan, infokom, dan industri pengolahan yang tumbuh meningkat.

Namun, Arlyana menyebutkan beberapa risiko yang perlu diwaspadai sepanjang 2024 antara lain perlambatan ekonomi global, meluasnya ketegangan geopolitik dan suku bunga The Fed yang tertahan tinggi.

Ekonomi Jakarta pada triwulan I 2024 tumbuh 4,78% (yoy), hal ini tetap kuat meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,8% (qoq). Pertumbuhan tersebut juga berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, yakni 5,11%.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Jakarta ditopang oleh konsumsi RT dan konsumsi pemerintah. Sedangkan dari sisi lapangan usaha, ditopang oleh perdagangan, konstruksi, dan infokom.
  
Khusus untuk ekonomi Jakarta pada triwulan II 2024 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I 2024. Perkiraan ini didorong oleh meningkatnya konsumsi RT sejalan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri.

Faktor lainnya juga meningkatnya konsumsi pemerintah sejalan dengan
kenaikan belanja pegawai untuk tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13
serta bansos. Selain itu, meningkatnya investasi sejalan dengan masih berlanjutnya proyek strategis serta membaiknya kinerja ekspor. (J-3)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Putri yuliani

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat