visitaaponce.com

Tinggi Letusan Gunung Lewotolok Capai 300 Meter, Pesawat Wings Air Gagal Mendarat

Tinggi Letusan Gunung Lewotolok Capai 300 Meter, Pesawat Wings Air Gagal Mendarat
Kondisi Gunung Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.(Dok. PVMBG)

GUNUNG Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus pada Kamis (16/5) pagi, dengan tinggi abu vulkanik mencapai 300 meter di atas kawah. Akibatnya pesawat Wings Air ATR72-500 yang terbang dari Kupang gagal mendarat di Bandara Wunopito sehingga kembali ke Bandara El Tari.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Lewotolok, Yeremis Kristianto mengatakan antara pukul 00.00-06.00 Wita tercatat satu letusan dengan amplitudo 24,7 milimeter dan durasi 7 detik, serta tercatat 102 kali gempa embusan.

Sedangkan untuk pukul 00.00–06.00 Wita tidak ada letusan, tercatat 109 gempa hembusan, dan satu kali hybrid atau fase banyak. Sejak letusan gunung Lewotolok, sudah tiga pesawat gagal mendarat di Bandara Wunopito.

Baca juga : Lava Gunung Lewotolok Terus Mengalir ke Sektor Barat

Kepala Bandara Wunopito Syaiful Zuhri menyebutkan, sejauh ini tidak ada abu vulkanik yang mencapai landasan bandara. "Hasil pengamatan paper test di wilayah bandara Wunopito negatif terdeteksi abu vulkanik," ujarnya.

Untuk Gunung Werung yang berada di Kecamatan Atadei, Lembata, hanya terdata satu gempa tektonik lokal, dua gempa tektonik jauh, dan satu gempa terasa dengan skala 1 MMI.

Saat ini, Gunung Werung masih berstatus normal atau level 1, namun adanya peningkatan aktivitas gunung setinggi 1.018 meter tersebut, masyarakat diingatkan tidak mendekat tau bermalam di sekitar kawah gunung, termasuk tidak mendekati bualan Gunung Hobal, gunung api bawah laut yang terletak tidak jauh dari Gunung Werung.

(Z-9)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Putri Rosmalia

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat