visitaaponce.com

Menemukan kembali Momentum The Magpies

Menemukan kembali Momentum The Magpies
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Ebet)

KEHADIRAN Pangeran Mohammed bin Salman di Newcastle membawa angin perubahan di Newcastle United. Prestasi The Magpies langsung terangkat dari semula di papan bawah naik ke papan atas. Musim lalu tim asuhan Eddie Howe membuat prestasi besar dengan kembali masuk kelompok elite untuk lolos ke Liga Champions.

Namun, angin perubahan ternyata begitu cepat berlalu. The Magpies bukan hanya harus tersingkir di putaran awal Liga Champions, prestasi mereka pun kembali terpuruk di dua kompetisi Liga Inggris: Liga Premier dan Piala Carabao.

Empat kekalahan dari lima pertandingan terakhir jelas bukan harapan yang diinginkan MBS ketika menanamkan modalnya di Newcastle. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi ini tidak mau kalah dengan Pangeran Uni Emirat Arab yang lebih dulu malang melintang di persepakbolaan Eropa.

Sabtu malam ini Eddie Howe harus bergegas untuk menemukan kembali momentum kebangkitan The Magpies. Keterlambatan untuk bisa segera bangkit dari posisi sembilan klasemen akan membawa kembali Newcastle kembali ke kelompok papan bawah.

Mantan bintang Newcastle, seperti Alan Shearer yang sempat malas datang ke St James Park, sebenarnya sudah bersemangat untuk kembali memberikan dukungan. Namun, serangkaian penampilan buruk hingga dipaksa menyerah klub sekelas Luton Town, membuat Shearer pun merasa kecewa.

Kemenangan 3-0 atas Sunderland di ajang Piala FA diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali The Magpies. Apalagi, MBS sudah memberikan modal yang cukup dengan mengalokasikan anggaran besar kepada Howe untuk bisa mendatangkan pemain yang bisa semakin mengangkat permainan Newcastle.

 

Materi yang baik

Newcastle pantas untuk menjadi klub yang disegani karena kini mereka memiliki materi pemain yang baik. Kehadiran playmaker asal Brasil, Bruno Guimaraes, membuat lapangan tengah menjadi solid.

Apalagi, Howe mendatangkan gelandang muda asal Italia Sandro Tonali. Bersama Sean Longstaff, Howe mampu membangun lapangan tengah yang sangat dinamis, mampu menjaga keseimbangan, baik saat bertahan maupun menyerang.

Memang rencana besar yang dipersiapkan Howe menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Pertama, kasus suap yang harus dihadapi Tonali ketika masih bermain untuk AC Milan sehingga ia bolak-balik mesti berurusan dengan pemeriksaan polisi Italia.

Kedua, jadwal kompetisi yang ketat membuat anak asuhannya mengalami cedera. Menjelang pertandingan penting melawan Manchester City pada malam ini, sembilan pemain utama, seperti kiper Nick Pope, gelandang serang Joelinton, dan ujung tombak Callum Wilson, dipastikan tidak bisa tampil.

Howe tidak punya pilihan kecuali mengandalkan Alexander Isak sebagai ujung tombak. Sementara itu, sebagai pendamping di sayap, Newcastle tinggal mengandalkan duet Miguel Almiron dan Anthony Gordon.

Kondisi itu memang sangat tidak menguntungkan karena the Citizens justru hadir dengan kekuatan penuh. Pulihnya playmaker Kevin de Bruyne dan rekan senegaranya dari Belgia, Jeremy Doku, dari cedera membuat serangan tim asuhan Josep Guardiola menjadi semakin menggila. Pada penampilan perdana menghadapi Huddersfield di Piala FA, De Bruyne langsung membawa timnya menang telak 5-0.

Apalagi jika malam ini ujung tombak Erling Haaland sudah juga bisa tampil. Penyerang muda asal Norwegia itu sudah mulai kembali latihan setelah lebih sebulan istirahat karena cedera telapak kaki.

Kalaupun Pep Guardiola masih menyimpan tenaga Haaland, bukan berarti daya gempur sang juara bertahan berkurang. Penyerang muda asal Argentina Julian Alvarez sudah membuktikan kualitasnya yang luar biasa sejak ikut membawa negaranya memenangi Piala Dunia 2022. Melalui dua gol Alvarez, the Citizens memenangi Kejuaraan Dunia Antarklub dengan mengalahkan Fluminense, Brasil, 4-0 pada final.

Newcastle tidak punya pilihan harus bermain dengan determinasi yang tinggi kalau tidak mau kalah dari tim tamu. Hanya dengan permainan penuh semangat, Kieran Trippier dan kawan-kawan akan memaksa tim asuhan Pep Guardiola bekerja keras. Setidaknya Newcastle bisa memaksa the Citizens tidak mampu mengalahkan mereka.

 

Nasib sama

Masalah juga dihadapi Manchester United. Tantangan berat harus mereka hadapi pada Minggu malam besok saat menjamu Tottenham Hotspur. Pada putaran pertama di Stadion Tottenham Hotspur, tim asuhan Erik ten Hag dipermalukan 2-0.

Sepanjang putaran pertama Liga Inggris, 'Setan Merah' tidak berdaya menghadapi klub-klub papan atas. Spurs merupakan klub pertama yang memaksa Manchester United menelan pil pahit dan setelah itu delapan kali mereka kalah sepanjang putaran pertama.

Pertandingan di Stadion Old Trafford, besok, merupakan kesempatan 'Setan Merah' membalas kekalahan dan menjadi momentum kebangkitan. Kesempatan itu sangat terbuka karena Spurs juga sedang dilanda cedera pemain, khususnya di posisi center-back dengan harus absennya Cristian Romero. Selain itu, kapten kesebelasan Son Heung-min absen dua pekan karena harus membela Korea Selatan pada ajang Piala Asia 2024.

Pelatih Ange Postecoglu sampai terpaksa menarik bek kanan Emerson untuk menjaga jantung pertahanan. Sementara itu, untuk menutupi absennya Son Heung-min, ia meminjam penyerang asal RB Leipzig, Timo Werner.

Ten Hag berharap Harry Maguire bisa tampil untuk melengkapi pilihan di jantung pertahanan yang tinggal mengandalkan dua pemain senior Raphael Varane dan Jonny Evans. Sementara itu, bek kiri Luke Shaw bisa kembali ke posisinya sehingga Diogo Dalot bisa dikembalikan ke posisi awalnya sebagai bek kanan.

Namun, persoalan terbesar yang dihadapi 'Setan Merah' sebenarnya konsistensi bermain. Mereka bisa tampil luar biasa untuk bangkit dari ketertinggalan saat mengalahkan Aston Villa 3-2. Namun, sepekan kemudian, tim asuhan Ten Hag dipaksa menyerah 1-2 oleh Nottingham Forest.

Tanpa ada perubahan sikap mental dari para pemain, 'Setan Merah' sulit bersaing dengan klub-klub besar. Bahkan, kalau mereka tidak bisa berubah Minggu malam nanti, bisa-bisa Manchester United tidak bisa lolos untuk tampil pada kompetisi Eropa musim mendatang.

Bukan mustahil pula kekalahan di kandang besok malam akan menjadi akhir karier Ten Hag di Old Trafford. Ia boleh mengatakan bahwa dirinya merupakan pilihan terbaik Manchester United saat ini. Namun, kalau jumlah kekalahan sama dengan jumlah kemenangan, keluarga Glazer ataupun Sir James Ratcliffe sebagai pemilik tentu tidak akan mau nasib klub miliknya hanya menjadi klub pelengkap saja di Liga Primer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat