visitaaponce.com

Hoaks Pemilu Ibarat Gas Beracun yang Mengancam Demokrasi

Hoaks Pemilu Ibarat Gas Beracun yang Mengancam Demokrasi
Ilustrasi Pemilu 2024(Dok.MI)

KOALISI Damai mengajak seluruh pihak menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan tidak menyebar hoaks dan ujaran kebencian. Hal itu akan membuat demokrasi rusak.

"Ruang publik yang berisi informasi benar seperti oksigen untuk demokrasi. Sebaliknya hoaks ibarat gas beracun yang mengancam demokrasi," kata Ketua Presidium Koalisi Damai Wijayanto di Lapangan Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Januari 2024.

Wijayanto mengatakan hoaks hingga ujaran kebencian hanya membawa dampak negatif. Salah satunya, yakni masyarakat memiliki preferensi politik yang keliru.

Baca juga : Puncak Hoaks Pemilu Diprediksi Terjadi pada Februari 2024

"Pengalaman di berbagai negara ujaran kebencian melahirkan perpecahan dan pertikaian bangsa. Sehingga perlu memastikan ruang digital bebas disinformasi," ujar dia.

Wijayanto menyebut hal itu selaras dengan Komitmen Bersama Kampanye Pemilu Berintegritas di Media Sosial Pemilu 2024. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga seluruh peserta pemilu mendeklarasikan hal tersebut hari ini.

"Komitmen bersama ini sangat penting karena semacam jadi kode etik peserta baik partai politik dan politikus di platform digital," papar dia.

Bawaslu dan perwakilan peserta pemilu menekan komitmen bersama kampanye pemilu berintegritas di media sosial. Deklarasi itu diharapkan membuat rangkaian pesta demokrasi berjalan dengan baik dan bersih.

"Ini merupakan tanda baik dan awal yang baik dalam melakukan metode rapat umum ke depan dan metode kampanye dengan kampanye di media elektronik“ kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Lapangan Thamrin 10, Jakarta Pusat, Minggu, 21 Januari 2024. (Medcom/Z-7)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat