visitaaponce.com

IDChain dan e.id Jadi Upaya untuk Wujudkan Indonesia Berdaulat Digital

IDChain dan e.id Jadi Upaya untuk Wujudkan Indonesia Berdaulat Digital
Pemaparan lanskap transformasi digital Indonesia.(DOK PANDI)

DALAM rangka mewujudkan Indonesia berdaulat digital, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) pada Kamis (16/5) meluncurkan "White Paper" infrastruktur identitas digital terdesentralisasi berbasis teknologi blockchain atau IDChain dan aplikasi e.id.

Ketua Pandi John Sihar Simanjuntak mengatakan adanya identitas digital yang berintegritas merupakan alah satu kunci Indonesia berdaulat digital. Adapun blockchain sebagai teknologi yang terdesentralisasi dan bersifat tidak dapat diubah (immutable) merupakan metode yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut.

"Aplikasi e.id Wallet dan IDChain yaitu infrastruktur identitas digital Indonesia yang merupakan cikal bakal infrastruktur kolaborasi identitas digital baik untuk kepentingan nasional dan global," ujar John.

Baca juga : IBD Diluncurkan, Jadi Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem Internet Nasional

John menjelaskan, IDChain merupakan jaringan blockchain untuk meningkatkan keamanan identitas digital dan memberdayakan pengguna dengan memberikan kontrol atas data pribadi mereka.

Sementara aplikasi e.id merupakan dompet identitas yang dirancang untuk mengelola identitas digital dengan mengintegrasikan domain .id, alamat web, dan dokumen identifikasi resmi seperti kartu identitas dan paspor menjadi identitas digital yang terpadu.

"Ini adalah aplikasi yang dimungkinkan untuk dipakai sebagai alat untuk melakukan verifikasi identitas," kata dia.

Baca juga : Gandeng Konakami, Perusahaan Kecantikan Bibi Tawarkan Hadiah Kripto

Lebih lanjut John menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika terus melakukan pengkajian untuk memperbaiki struktur pengelolaan nama domain web di Indonesia 

Saat ini, Pandi mengelola domain sebanyak 951 ribu. Jumlah tersebut dinilai masih sangat kecil yakni hanya 0,3 persen dari total populasi Indonesia atau dengan jumlah pengguna internet yang berkisar 170 juta.

Menurut dia, masih sedikitnya jumlah domain tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kesadaran masyarakat yang masih kurang serta kemampuan literasi masyarakat untuk membuat dan menggunakan situs web dan domain yang masih rendah.

"Programnya Pandi adalah bagaimana domain itu menjadi demarkasi wilayah digital secara global dan juga Pandi ingin meningkatkan literasi melalui berbagai kegiatan lokakarya dan pelatihan untuk masyarakat secara umum. Target tahun ini kita 1,2 juta domain," kata John. (Ant/Z-6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Budi Ernanto

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat