visitaaponce.com

Polres Cimahi Gelar Pemulihan Trauma Anak Korban Tanah Longsor di Gununghalu

Polres Cimahi Gelar Pemulihan Trauma Anak Korban Tanah Longsor di Gununghalu
Anak-anak korban tanah longsor di Gununghalu bermain bersama anggota Polwan Polres Cimahi(MI/DEPI GUNAWAN)

ANGGOTA Polres Cimahi memberikan pemulihan trauma (trauma healing) kepada anak-anak korban longsor di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain dan bernyanyi oleh anggota Polwan serta diberikan makanan tambahan. Trauma healing akan terus diberikan hingga kondisi psikologis anak kembali pulih.

"Tim trauma healing Polres Cimahi memberikan terapi kepada anak-anak. Kita berharap kegiatan ini bisa membantu memulihkan kondisi mental anak-anak," kata Kapolres Cimahi, Ajun Komisaris Besar Aldi Subartono, Kamis (16/5).

Baca juga : Sengketa di Kota Baru Parahyangan, Pengembang Membeli Lahan dari Warga

Dia mengatakan, warga terdampak tanah longsor termasuk anak-anak, saat ini ditempatkan di Madrasah Rojaul Huda di Kampung Leuwibaru, Desa Sindangjaya.

"Penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama, maka dari itu kami berkoordinasi dengan pihak terkait agar dampak bencana cepat teratasi," ujarnya.

Dari hasil pendataan, dampak bencana longsor Gununghalu di antaranya
Kampung Ciroke RT 01 RW 06 Desa Sindangjaya merusak 6 rumah yang dihuni 16 jiwa. Sebanyak 38 rumah dengan 35 kepala keluarga atau 81 jiwa terancam longsor susulan.

Baca juga : Tanah Longsor Putus Jalan Antara Bandung Barat dan Cianjur

Kemudian, di Kampung Citamiang RT 01 RW 07, empat rumah terkena longsor
dengan jumlah jiwa 12 orang. Dua rumah dengan 5 orang jiwa terancam longsor susulan.

"Kami menghimbau kepada warga terdampak tidak kembali dulu ke sekitar
lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan apabila terjadi
longsor susulan," tuturnya.

Ia mengatakan, bencana longsor di Gununghalu juga menyebabkan terputusnya jalan penghubung Desa Bunijaya - Sindangjaya - Cilangari selebar 3 meter dan panjang 15 meter.

Selain memberikan trauma healing, pihaknya pun sudah mendirikan posko
kesehatan, posko pengaduan serta menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya bagi warga terdampak bencana.

"Kita sudah koordinasi dengan Sat Brimob Polda Jabar untuk mendirikan dapur umum lengkap dengan bahan pokok untuk diolah dan dibagikan kepada warga," jelas Aldi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Sugeng

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat