visitaaponce.com

Tata Ulang Portofolio Investasi saat Terjadi Perubahan di Pasar

Tata Ulang Portofolio Investasi saat Terjadi Perubahan di Pasar
Layar informasi pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (18/7). Saham merupakan salah satu instrumen investasi.(MI/ADAM DWI)

SETIAP investor pasti ingin mencapai tujuan keuangannya sesuai dengan target waktu masing-masing. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menyarankan investor mengatur ulang portofolionya ketika terjadi perubahan di pasar.

"Tujuannya agar memastikan komposisi portofolio kembali ke tingkat yang sesuai dengan rencana investasi di awal," kata Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Krizia Maulana, Kamis (7/9).

Kenaikan suku bunga global yang diperkirakan sudah mendekati puncaknya pada paruh kedua tahun ini dan PDB Indonesia pada kuartal II 2023 sebesar 5,17%, menjadi yang terkuat dalam tiga kuartal terakhir diharapkan dapat mendukung sentimen yang lebih positif di pasar finansial.

Dalam kondisi seperti itu, cara yang tepat untuk menata ulang portofolio investasi, isinya harus disesuaikan dengan toleransi risiko yaitu pemilihan aset berdasarkan kinerja yang diharapkan, jangka waktu investasi, dan kebutuhan akan likuiditas.

Baca juga: Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000

Dengan demikian, isi dan komposisi portofolio masing-masing orang bisa berbeda-beda, mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, kas dan setara kas, properti, hingga benda seni, dan lain-lain.

Diversifikasi isi portofolio sangat penting dilakukan untuk meningkatkan imbal hasil secara keseluruhan lewat kinerja yang lebih stabil dari waktu ke waktu.

Kombinasi berbagai jenis aset dengan tingkat korelasi yang rendah akan memberikan kinerja portofolio yang lebih optimal dengan tingkat risiko yang lebih rendah.

Baca juga: IHSG Jatuh ke Zona Merah saat Pembukaan Pagi Ini

Sebab setiap kelas aset memiliki perilaku kinerja yang berbeda di setiap siklus ekonomi, ketika satu area dalam portofolio sedang berkinerja buruk, diharapkan dampaknya lebih terbatas, terbantu oleh aset yang kinerjanya sedang baik.

"Tentu akan lebih ideal jika seluruh kelas aset di dalam portofolio mampu memberikan imbal hasil yang optimal. Namun kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di pasar," kata Krizia. (Z-6)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat