visitaaponce.com

Serbia Mendekat ke Ukraina, Menjauh dari Rusia

Serbia Mendekat ke Ukraina, Menjauh dari Rusia
Pertemuan Presiden Serbia Aleksandar Vucic dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di Yunani, Selasa (22/8).(AFP/HO/Kepresidenan Ukraina)

SERBIA pada Rabu (23/8) bergabung dengan platform yang dipimpin Ukraina mengenai reintegrasi Krimea, menandakan Serbia mulai menjauh dari Rusia, yang merupakan sekutu bersejarah dan satu-satunya pemasok gas alam bagi negara tersebut.

Langkah ini dilakukan sehari setelah pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic di Athena, yang digambarkan oleh kedua pemimpin sebagai pertemuan yang baik dan terbuka.

Dalam sebuah pidato daring di forum tersebut, Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic mengatakan Serbia "Dengan tulus menyesali penderitaan yang dialami Ukraina dan rakyat Ukraina."

Baca juga : Korupsi Gembosi Kekuatan Ukraina Lawan Rusia

Dia menekankan "komitmen kami untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, integritas teritorial dan independensi politik negara," dan menambahkan, "Kami dengan tulus berempati dengan … rakyat Ukraina dan Ukraina yang memiliki teman sejati di Serbia."

Platform Krimea diluncurkan oleh Zelenskyy pada 2021 dengan tujuan untuk mengintegrasikan kembali Krimea, yang dicaplok Rusia pada 2014.

Baca juga : Uni Eropa Tak Mampu Damaikan Kosovo-Serbia

Sebanyak 67 negara dan organisasi, termasuk Amerika Serikat, Inggris, NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dan Uni Eropa telah bergabung dengan platform ini.

Serbia telah berulang kali mengutuk invasi Rusia ke Ukraina di PBB dan forum internasional lainnya, tetapi sejauh ini menolak menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Ukraina tidak mengakui Kosovo, yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada tahun 2008. Beograd, sebaliknya, tidak mengakui aneksasi Rusia atas Krimea dan sebagian wilayah Ukraina yang didudukinya.

Serbia masih sepenuhnya bergantung pada pasokan gas alam dari Rusia dan mempertahankan hubungan perdagangan dan militer dengan Moskow. Namun, Beograd juga berupaya untuk bergabung dengan Uni Eropa dan mendiversifikasi pasokan energinya.

Pada April, dokumen Pentagon yang bocor mengungkapkan bahwa Serbia telah setuju untuk memasok senjata dan amunisi ke Kiev, atau mengirimnya ke Ukraina.

Vucic mengatakan Serbia tidak pernah menjual senjata atau amunisi ke Ukraina atau Rusia, meski senjata Serbia mungkin mencapai medan perang melalui negara ketiga. (Reuters/Ant/Z-4)

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zubaedah Hanum

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat