visitaaponce.com

Menko Perekonomian Relaksasi PPnBM Dorong Pemulihan Sektor Otomotif

Menko Perekonomian: Relaksasi PPnBM Dorong Pemulihan Sektor Otomotif
Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor telah membantu pemulihan sektor otomotif.

"Utilisasi sudah mulai membaik di sektor kendaraan bermotor terkait penjualan dengan insentif PPnBm yang merupakan bagian program Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional," kata Airlangga saat membuka pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 di Jakarta, hari ini.

Ia mengatakan realisasi PPnBM tersebut telah membantu pemulihan ekonomi nasional dengan insentif bagi kendaraan bermotor yang ditanggung pemerintah mencapai Rp4,63 triliun pada 2021.

Kebijakan insentif lanjutan pengurangan PPnBM 100 persen bagi kendaraan bermotor LCGC serta 50 persen dengan harga jual mobil Rp200 juta-Rp250 juta telah memberikan dampak pada triwulan I-2022.

Menurut dia, insentif PPnBM yang diberikan pada 2022 ini tercatat telah mencapai Rp15,8 miliar dan membantu penjualan mobil selama Februari sebesar 81,23 ribu unit atau naik 65,09 persen (yoy).

Baca juga: Pertamina Tak Harap Untung dari Kenaikan Harga Pertamax

Kebijakan tersebut juga mampu membantu membaiknya tren penjualan untuk kendaraan roda dua yang pada 2021 mencapai 5,1 juta unit untuk domestik dan 810 ribu unit untuk ekspor.

Lebih lanjut, menurut Airlangga, pemerintah telah menerbitkan kebijakan insentif lanjutan untuk mendukung percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan pengenaan tarif PPnBM berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor.

"Hal yang terpenting adalah menyediakan kendaraan dengan target pasar masyarakat berpenghasilan menengah agar utilisasi dapat meningkat dan bisa mendorong kemampuan masyarakat yang daya belinya tertekan akibat beberapa komoditas harganya meningkat dan juga akibat geopolitik yang mendorong harga BBM meningkat cukup tinggi," katanya.

Secara keseluruhan, Airlangga mengharapkan kegiatan IIMS ini akan menjadi wadah untuk pertumbuhan industri, khususnya di sektor otomotif, usai kasus pandemi COVID-19 mulai melandai. (Ant/OL-4)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat