visitaaponce.com

Pertamina Hulu Energi Gandeng ExxonMobil Kurangi Emisi Karbon

Pertamina Hulu Energi Gandeng ExxonMobil Kurangi Emisi Karbon
Ilustrasi(MI / Palce Amalo)

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina menggandeng perusahaan minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat (AS), ExxonMobil, untuk mematangkan rancangan model komersial carbon capture storage (CCS) di wilayah operasi Pertamina. CCS merupakan teknologi mitigasi pemanasan global dengan cara mengurangi emisi karbon dioksida ke atmosfer.

Untuk menyiapkan bisnis tersebut, PHE meneken Pre-Liminary Agreement dengan ExxonMobil dalam kegiatan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA CONVEX) ke-48 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Rabu (15/5). Pre-Liminary Agreement merupakan salah satu perjanjian turunan dari Head of Agreement (HoA) antara pihak ExxonMobil-Pertamina–PHE yang telah dilaksanakan pada 2022 lalu.

"Melalui penguatan kerja sama ini, PHE dan ExxonMobil akan mematangkan rancangan model komersial untuk pengembangan hub CCS regional di wilayah kerja PHE Offshore South East Sumatera (OSES)," ujar Direktur Pengembangan & Produksi PHE Awang Lazuardi dalam keterangan resmi.

Baca juga : PIS Sukses Tekan Emisi 25,4 Ribu Ton Setara CO2 pada 2023

Area kerja PHE OSES terletak di provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung dan Bangka Belitung. Adapun potensi untuk menyimpan CO2 domestik dan internasional berada di cekungan Sunda-Asri yang terletak dibagian barat laut Jawa, timur laut Selat Sunda, dan barat laut cekungan Jawa Barat sebelah utara. Cekungan ini digadang menjadi CCS hub karena memiliki potensi saline aquifer hingga 3 gigaton CO2.

"PHE dan ExxonMobil akan melakukan pengeboran appraisal dalam rangka pengambilan data yang nantinya data tersebut akan menjadi acuan untuk pengembangan CCS Hub Asri Basin,” jelas Awang.

Dia menerangkan Pre-Liminary Agreement ini berisikan tentang kegiatan pendahuluan sebelum pengeboran appraisal well dilakukan. Studi bersama Pertamina dan ExxonMobil mengungkap potensi CO2 di Cekungan Sunda-Asri hingga 3 giga ton ditaksir memiliki nilai investasi US$2 miliar.

Kapasitas penyimpanan CO2 besar ini diperkirakan mampu menyimpan secara permanen CO2 emisi seluruh Indonesia pada rata-rata saat ini, hingga 16 tahun ke depan. (Z-8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Putra Ananda

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat