visitaaponce.com

Peran Orangtua Penting untuk Cegah Anak dari Narkoba

Peran Orangtua Penting untuk Cegah Anak dari Narkoba
Ilustrasi(Freepik)

PSIKOLOG Klinis jebolan Universitas Indonesia Ratih Yuniarti Pratiwi mengingatkan bapak dan ibu dalam keluarga untuk menjaga kualitas sebagai orangtua agar anak terhindar dari narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba).

Kualitas yang dimaksud adalah untuk secara konsisten mengisi peran sebagai figur ayah dan ibu, sehingga kebutuhan sosial dan emosional anak terpenuhi.

"Jadi bukan hanya memenuhi kebutuhan fisik atau ekonomi, tapi kebutuhan emosi dan sosialnya, sehingga benar-benar berinteraksi dengan anak secara nyata," kata dia, dikutip Selasa (27/6).

Baca juga: Polisi Ungkap Pabrik Sabu di Jakbar, Seorang WNA Asal Iran dan WNI Diamankan

Psikolog yang berpraktik di Klinik Kancil itu mengatakan hal tersebut bukan merupakan hal sepele, mengingat banyak dari anak Indonesia yang terabaikan secara emosional, dengan kekurangan sosok ayah ataupun ibu.

Kekurangan figur ayah dan ibu, menurut Ratih, dapat berakibat fatal pada tumbuh kembang anak, termasuk dapat meningkatkan kemungkinan anak terjerumus pada obat-obatan terlarang.

"Pasti yang akan terganggu itu literasi emosi anak yang menjadi bermasalah, mereka akan sulit mengekspresikan emosi, kecemasan meningkat, atau bahkan perilaku yang menjadi menyimpang, itu sangat mungkin terjadi," jelas Ratih.

Baca juga: Seorang Ustaz Diduga Selundupkan Narkoba di Lapas Banyuwangi

Lebih lanjut, Ratih menyebut tidak ada dinamika keluarga yang ideal atau sempurna. Ia menyarankan untuk melakukan terapi keluarga dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.

Menurutnya, selain dapat mengurai benang kusut pada permasalahan, terapi dapat membantu masing-masing anggota keluarga untuk saling terbuka satu sama lain.

Hal itu juga dapat membantu untuk mengembalikan peran dari masing-masing anggota keluarga, terlebih bagi keluarga dengan pecandu narkoba di dalamnya.

"Saya akan selalu menyarankan adanya terapi keluarga, karena anak itu berhak mendapat hak-hak mereka, dan mengembalikan keluarga itu ke fungsinya. Pendampingan psikologis juga suatu upaya untuk mengembalikan fungsi," ujar Ratih.

Belum lama, Indonesia disebut menjadi negara fatherless ketiga di dunia. Hal tersebut berarti banyak anak Indonesia yang kekurangan sosok ayah dalam hidupnya.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika 2021, penggunaan narkoba di kalangan anak muda berusia 15-35 tahun mencapai 82,4%. (Ant/Z-1)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat