visitaaponce.com

Ini Mekanisme dan Syarat dalam Proses Adopsi Anak di Indonesia

Ini Mekanisme dan Syarat dalam Proses Adopsi Anak di Indonesia
Ilustrasi(Freepik)

ADOPSI anak merupakan proses yang harus dilakukan dengan ketelitian dan prosedur yang tepat guna memastikan jaminan perlindungan dan keberlanjutan kehidupan anak. Proses adopsi memiliki dasar hukum dari Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak yang merupakan turunan dari UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berikut adalah langkah-langkah dan syarat-syarat penting yang terdapat dalam proses adopsi anak di Indonesia:

1. Surat Permohonan Adopsi Anak

Orangtua yang berminat mengadopsi anak perlu mengirimkan surat permohonan. Jika adopsi melibatkan orangtua Warga Negara Indonesia (WNI), baik antara WNI-WNI atau WNI single parent, surat permohonan adopsi anak harus diajukan ke Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi. Namun, bila adopsi melibatkan WNI-Warga Negara Asing (WNA), permohonan adopsi anak perlu disampaikan ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca juga: Kisah Inspiratif 8 Artis saat Mengadopsi Anak

2. Pembentukan Tim Pertimbangan Perizinan Adopsi Anak (Tippa)

Dinsos dan Kemensos akan membentuk Tim Tippa yang terdiri dari beberapa instansi seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

3. Evaluasi oleh Tim Pekerja Sosial (Peksos)

Tim Peksos melakukan evaluasi psikologis, sosial, dan ekonomi calon orangtua angkat dengan melakukan dua kunjungan selama periode 6 bulan. Mereka menilai kelayakan calon orangtua angkat berdasarkan aspek-aspek tersebut.

4. Persyaratan untuk Calon Orangtua Angkat

Baca juga: Hari Adopsi Sedunia 2023: Memperingati Hak Anak untuk Memiliki Keluarga

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi seperti status pernikahan minimal 5 tahun, usia antara 25 hingga 45 tahun, surat keterangan kesehatan fisik dan mental, surat keterangan bebas catatan kejahatan, dan surat keterangan pendapatan yang memadai.

5. Rekomendasi dan Penetapan Adopsi Anak

Setelah memenuhi syarat-syarat, Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan rekomendasi berdasarkan saran dari Tim Tippa. Orangtua angkat akan diberikan hak pengasuhan sementara selama 6 bulan.

6. Penetapan Pengadilan untuk Adopsi Anak

Jika hasil dari pengasuhan sementara selama 6 bulan dianggap baik, adopsi anak akan ditetapkan oleh pengadilan.

Proses adopsi anak diatur oleh hukum untuk memberikan perlindungan dan jaminan perlakuan yang sama serta perlindungan hak-hak anak seperti anak kandung.

Selain dari mekanisme dan cara diatas, perlu juga kalian pahami tentang hal-hal penting sebelum mengadopsi anak, sebagai berikut;

1. Pertimbangkan secara Matang

Sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak, Anda dan pasangan tentunya harus sudah mempertimbangkan dengan matang segala aspek yang telah disebutkan di atas. 

Anda harus memiliki alasan yang jelas mengapa Anda ingin mengadopsi. Selanjutnya, pastikan Anda memiliki komitmen yang kuat dalam mengasuh anak hingga seterusnya. 

Jangan sampai Anda menyesal telah mengangkat anak karena hal itu akan menghancurkan kehidupan anak hingga ke depannya. 

Jadi, sebelum mengangkat seorang anak, pastikan Anda tidak hanya memikirkan nasib Anda, tapi juga nasib anak yang akan Anda adopsi nantinya. Diskusikan pula dengan keluarga besar terkait rencana besar Anda ini. 

2. Lakukan Konseling

Konseling kesehatan dan psikologis penting dilakukan sebelum mengadopsi anak. Konseling kesehatan berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan anak yang akan Anda adopsi serta potensi penyakit genetik yang mungkin dimiliki dari orangtua aslinya. 

Sementara, konseling psikologis perlu Anda lakukan untuk menilai kesiapan mental Anda dan pasangan. Jangan sampai keinginan adopsi anak ini hanya muncul sesaat karena suatu guncangan psikologis atau lainnya. 

3. Ikuti Kelas atau Pelatihan Merawat Bayi dan Anak

Kebanyakan pasangan mengadopsi bayi sebagai anak pertama karena belum kunjung memiliki anak. Nah, karena belum berpengalaman sebelumnya merawat bayi, ada baiknya Anda mengikuti kelas atau pelatihan merawat bayi. 

Dengan demikian, Anda sudah memiliki ilmu-ilmu dasar perawatan bayi seperti cara memberi makan, memandikan, mengganti popok, mengetahui masalah-masalah umum yang sering terjadi pada bayi dan anak, serta hal-hal dasar lainnya. 

4. Tidak Mengharapkan Balas Budi

Ini merupakan hal yang harus Anda perhatikan sejak awal. Sebelum mengangkat seorang anak, penting untuk tidak mengharapkan balas budi atas apa yang Anda lakukan terhadap anak tersebut. 

Ada juga harus memikirkan ada kemungkinan suatu saat nanti, setelah ia dewasa anak akan mencari dan kembali ke orang tua kandungnya dan Anda harus merelakan hal tersebut. 

5. Persiapkan Kondisi Mental

Jika Anda berpikir mengangkat seorang anak merupakan akhir dari semua masalah, maka Anda perlu berpikir dua kali. Mengadopsi anak tidaklah mudah, bahkan bisa lebih sulit daripada membesarkan anak sendiri. Anda akan banyak mendengar komentar-komentar dari orang lain yang tidak perlu terlalu Anda acuhkan. 

Hal penting lain adalah berusahalah mendidik anak angkat seperti mendidik anak sendiri. Artinya, jika memang ada hal yang perlu Anda perbaiki dari sikap anak, maka Anda tidak perlu segan menasehatinya seperti menasehati anak sendiri.

6. Pandangan Lingkungan Sekitar

Sebelum mengangkat seorang anak, ada baiknya Anda melakukan pengamatan bagaimana pandangan orang-orang di lingkungan sekitar rumah maupun keluarga mengenai anak adopsi. Hal ini sangat memengaruhi bagaimana orang-orang sekitar Anda bersikap pada anak adopsi Anda. 

Tidak hanya itu, stigma negatif dari orang-orang sekitar Anda dapat memengaruhi kondisi psikologis dan mental anak adopsi Anda. (Z-1)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat