visitaaponce.com

Makna Kemenangan Idul Fitri

Makna Kemenangan Idul Fitri
Quraish Shihab(MI/Seno)

KITA sering kali mendengar atau mengucapkan minal aidin wal faizin di saat Hari Raya Idul Fitri. Kalimat ini biasa diterjemahkan dengan 'semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dan semoga kita meraih kemenangan'.

Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an sekaligus cendekiawan muslim Prof Quraish Shihab menjelaskan, kemenangan dalam konteks Idul Fitri artinya kemenangan dari segi bahasa, berarti kemampuan mengalahkan lawan atau musuh.

"Menang juga bisa diartikan sukses dalam ujian. Tetapi ketika kita berkata semoga kita termasuk orang yang kembali kepada fitrah kesucian kita dan meraih kemenangan, kemenangan melawan setan. Kalau kita berkata demikian, kemenangan itu bukan dalam peperangan, tetapi dalam pertempuran," kata Prof Quraish.

Peperangan melawan setan terus berlanjut hingga akhir usia. Kemenangan yang dicapai melawan setan, baru kemenangan sementara. Jika merujuk pada Al-Qur’an dengan memperhatikan ayat-ayat yang menggunakan kata 'faizin' dalam berbagai bentuknya, kita akan menemukan bahwa Al-Qur’an memaknai kemenangan itu dengan dua hal.

"Pertama, pengampunan dosa dan yang kedua, masuk ke dalam surga, sehingga ketika kita berkata minal aidin wal faizin yakni semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah, kemudian kembali kepada Allah dengan meraih surga," ujarnya.

Itu makna kemenangan kepada Idul Fitri, dan itulah yang sering diucapkan dalam rangka perayaan atau dalam rangka penyelesaian kita menghadapi Idul Fitri. "Bukan seperti pemahaman orang-orang munafik yang memahami kemenangan itu dalam arti kata meraih materi sehingga Al-Qur’an mengecam mereka yang menyatakan demikian dalam Surat An-Nisa ayat 72," pungkasnya. (Iam/H-2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Riky Wismiron

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat