visitaaponce.com

Hangatnya Keberagaman dalam Idul Fitri

Hangatnya Keberagaman dalam Idul Fitri
Tokoh agama Buddha Bhante Thitasaddho secara langsung berkunjung kerumah dan mengucapkan selamat Idul Fitri kepada umat muslim(Dok)

SUASANA hangat menyambut Hari Raya Idul Fitri turut dirasakan oleh umat lain selain umat muslim. Hari kemenangan begitu ramai penuh dengan kebersamaan seperti yang ditunjukan oleh warga  Desa Kalimanggis, Kabupaten Temanggung. 

Tampak tokoh agama Buddha Bhante Thitasaddho secara langsung berkunjung kerumah dan mengucapkan selamat Idul Fitri kepada umat muslim yang baru saja melakukan Sholat Idul Fitri. 

“Selamat merayakan Idul Fitri Bapak dan Ibu, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Semoga kita semua senantiasa bahagia bersama keluarga” ucap Bhante. 

Baca juga : 1,5 Juta Kendaraan Keluar Jabotabek hingga Hari Pertama Lebaran

Dengan penuh senyum dan bahagia warga merasa senang dan bahagia menerima ucapan selamat dari Bhante 

Pengurus Masjid Almuhajirin, Ariyanto menuturkan bahwa sholat Ied tahun ini sesuai arahan pemerintah hari Rabu tanggal 10 April 2024 kemarin. 

“Kami melaksanakan Sholat Idul Fitri sesuai dengan arahan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama,” sebutnya. 

Baca juga : 41 Tewas dari 199 Kecelakaan Saat Lebaran

Sementara Kepala Desa Kalimanggis, Didik Agus Susilo menyampaikan bahwa di Desa Kalimanggis terdiri dari 7 dusun dan berdasarkan persentase keyakinan agama yang dianut yang beragama Buddha 49 %, Islam 45 %  dan 6 % beragama Kristen, Katolik dan Hindu dan aliran kepercayaan.

Agus menambahkan, untuk Desa Kalimanggis, baik warga yang beragama Islam ataupun non muslim juga menerima tamu dan menyiapkan sajian atau makanan komplit di meja bahkan menyediakan ketupat atau makan komplit dengan lauk pauk lengkap. 

“Warga tetap menyiapkan makanan dan menerima tamu dari saudara atau kerabat yang beragama muslim dan saling memaafkan atau malahan dari non muslim juga berkunjung untuk menyambut hari kemenangan dan bersama-sama bersilaturahmi, sambil sungkem kepada kerabat yang lebih tua (sepuh) karena lebaran untuk semua ,” sebutnya. 

Menurutnya silaturahmi atau anjang sana Idul Fitri seperti ini sudah ada sejak dulu dan memang terus dilestarikan untuk menjaga kebersamaan antar keluarga walaupun beda agama, ini sudah menjadi tradisi dan budaya. (Z-8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Putra Ananda

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat