visitaaponce.com

Waspadai Lima Tempat Nyeri di Badan

Waspadai Lima Tempat Nyeri di Badan
Instruktur mengarahkan pesien yang sedang mengikuti DBC untuk menghilangkan nyeri di bagian leher dan nyeri pinggang bawah.(MI/Deri Dahuri.)

NYERI lutut hingga nyeri kepala harus segera diperiksakan ke dokter spesialis. Ini terutama jika rasa nyeri yang muncul terasa sangat tajam, menyebar, dan tidak hilang dalam jangka waktu yang lama.

Dokter spesialis bedah anastesi dr. Ketut Ngurah Gunapriya, Sp.An, KIC, FIPM, FIPP, CIPS menyebutkan bahwa nyeri bisa menjadi tanda ada kerusakan yang tampak dan tidak tampak. Dokter spesialis nyeri ialah mereka yang biasanya menangani keluhan nyeri, baik akibat kerusakan saraf maupun akibat cedera. Umumnya masalah nyeri ditangani oleh dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis ortopedi, hingga dokter spesialis anestesi.

Dokter spesialis bedah saraf ialah mereka yang menangani masalah nyeri akibat adanya masalah pada saraf. Sedangkan, untuk masalah nyeri akibat cedera atau kecelakaan, biasanya akan ditangani oleh dokter spesialis ortopedi. Berikut jenis-jenis rasa nyeri yang patut diwaspadai.

Nyeri di area lutut 

Rasa sakit yang datang secara tiba-tiba, seperti hentakan keras disertai dengan pembengkakan bisa menjadi tanda adanya ligament yang robek. Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, akan menyebabkan pembengkakan lutut yang semakin parah, hingga dapat menyebabkan terjadi kerusakan jaringan daerah lutut secara permanen. Dalam waktu lebih lama, ini dapat menyebabkan kerusakan sendi degeneratif (masalah akibat pertambahan usia) yang lebih serius.

Nyeri di tulang belakang

Sakit atau nyeri tajam yang datang di area tulang belakang, terutama bagian bawah, dapat menjadi tanda dari ada saraf kejepit. Ini dapat terjadi ketika diskus (cakram tulang rawan) tulang bergeser atau keluar dari posisi anatomi, sehingga menekan saraf di sekitarnya.

Saat diskus memberi tekanan pada saraf dan pembuluh darah di sekitar, ini akan menyebabkan munculnya nyeri hingga mati rasa di sisi tubuh penderita. Mengabaikan nyeri akibat saraf kejepit dapat membuat postur tubuh menjadi tidak seimbang, kejang otot, hingga kerusakan saraf permanen.

Nyeri di bahu

Sendi bahu manusia terdiri dari sekelompok empat otot dan tendon penghubung. Tendon tersebut dapat robek saat cedera, kecelakaan, atau melakukan gerakan berulang atau mengangkat sesuatu yang terlalu berat.

Kerusakan pada tendon inilah yang biasanya menyebabkan rasa nyeri di area bahu. Ini terutama jika nyeri tersebut dibarengi dengan munculnya bunyi klik saat menggerakkan bahu, dapat menjadi komplikasi seperti pergeseran tulang karena cedera bahu sebelumnya. Mengabaikan nyeri di area ini dapat menyebabkan nyeri kronis, peradangan, dan kekakuan pada sendi.

Nyeri di pergelangan kaki

Keseleo dapat menyebabkan ligamen di pergelangan kaki meregang hingga robek. Bahkan, tendon, tulang rawan, dan pembuluh darah di sekitarnya juga berisiko mengalami kerusakan. 

Umumnya, penderita akan merasakan gejala seperti bengkak, memar, kaki, dan rasa nyeri yang tajam. Jika, keseleo tidak kunjung sembuh, dapat membuat pergelangan kaki tidak stabil secara permanen. Selain itu, tidak mendapatkan penanganan yang tepat juga dapat menyebabkan kaki menjadi pincang dan menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan sekitar pergelangan kaki.

Nyeri di kepala

Sakit kepala sering dianggap sebagai masalah sepele. Padahal, sakit kepala yang lama dan berkepanjangan dapat menjadi tanda dari penyakit berbahaya. Beberapa penyakit seperti stroke, meningitis (radang selaput otak), hingga tumor otak sering dikaitkan dengan nyeri di kepala. 

Salah satu gejala nyeri di kepala yang berbahaya yaitu muncul secara tiba-tiba disertai kaku di leher dan demam, hingga muncul dengan gangguan penglihatan. Penanganan pada masalah nyeri terkenal dengan nama manajemen nyeri. Pada manajemen nyeri, pengobatan yang dilakukan dokter lebih berfokus pada penyebab yang mendasari nyeri. 

Manajemen nyeri menjadi bagian penting dalam perawatan medis. Pemeriksaan pada nyeri dapat dilakukan dengan dokter spesialis untu mengobati rasa nyeri, mendiagnosis penyebab rasa nyeri, sekaligus mengurangi risiko komplikasi dari rasa nyeri yang timbul. (Ant/OL-14)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Wisnu

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat