visitaaponce.com

Peduli Lansa, Ajinomoto Health Provider Gelar Rangkaian Elderly Program

Peduli Lansa, Ajinomoto Health Provider Gelar Rangkaian Elderly Program
Health Provider Ajinomoto mengadakan rangkaian elderly program di Jakarta, Senin (30/1)(Ist)

UNTUK mencapai dua tujuan besar yaitu memperpanjang harapan hidup sehat 1 miliar orang di seluruh dunia dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan bisnis hingga 50%, PT  Ajinomoto Indonesia bersama dengan seluruh afiliasi dari Ajinomoto Global di seluruh dunia melakukan berbagai upaya dengan ragam aktivitasnya.

Di Ajinomoto Indonesia, seluruh karyawannya ditransformasikan sebagai health provider guna mencapai dua tujuan besar tersebut.

Health Provider Ajinomoto dibekali pengetahuan terkait gizi, kesehatan keluarga dan juga kelestarian lingkungan yang bukan hanya untuk diri sendiri namun bisa dibagikan juga untuk keluarga dan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Sadari Kesehatan Tulang Sejak Dini untuk Wujudkan Kualitas Kesehatan yang Lebih Baik

Salah satu ragam aktivitas Health Provider Ajinomoto untuk memperpanjang harapan hidup sehat masyarakat Indonesia adalah rangkaian elderly program, yang terdiri dari Event Lasehan (Lansia Sehat Bugar & Bahagia dengan Bijak Garam) yang diadakan pada 30 September,.

Selain itu, event DEAR (Discover Early, Avoid Hypertension) Oma Opa pada 1 Oktober 2023, bertepatan dengan momentum Hari Lansia Sedunia.

Asam amino glutamat yang terkandung dalam bumbu umami seperti Monosodium Glutamat (MSG) memiliki manfaat dalam meningkatkan selera makan lansia.

Peningkatan selera makan ini membantu dalam pemenuhan asupan gizi yang baik, yang berujung pada perbaikan kondisi fisik dan kualitas hidup lansia yang terukur dari hasil analisa darah dan antropometri tes pada sebuah penelitian “Elderly Meal Project” yang telah dilakukan PT Ajinomoto Indonesia   sebelumnya.

Baca juga: Ingat, Konsumsi Garam Berlebihan Berbahaya!

Untuk lebih menggaungkan hasil penelitian “Elderly Meal Project” yang berfokus pada manfaat asam amino dalam bumbu umami untuk bantu meningkatkan kualitas hidup lansia, Ajinomoto bekerja sama dengan Asosiasi Nutrisionis Olahraga & Kebugaran Indonesia (ANOKI), serta Asian Medical Student Association Indonesia (AMSA), membuat rangkaian Elderly Program.

Edukasi Konsep Bijak Garam

Dalam kesempatan ini, Health Provider Ajinomoto memberikan sharing session mengenai konsep Bijak Garam dengan mengurangi penggunaan garam dapur dan mengombinasikannya dengan MSG Aji-No-Moto® untuk tetap mempertahankan kelezatan masakan, sekaligus mengurangi asupan natrium.

“Bijak Garam merupakan konsep memasak dengan mengurangi penggunaan garam dapur dan mengombinasikannya dengan MSG Aji-No-Moto® untuk tetap mempertahankan kelezatan masakan walaupun penggunaan garamnya kami kurangi," jelas Sakinah, Health Provider dari Corporate Communications Dept PT Ajinomoto Indonesia dalam keterangan, Senin (30/10)

Baca juga: Mencermati Lonjakan Lansia Indonesia di Masa Ageing Society

"Konsep Bijak Garam ini jika diaplikasikan pada menu makanan harian lansia terbukti dapat menurunkan kadar natrium di dalam masakan namun tetap mempertahankan kelezatannya, sehingga nafsu makan dan asupan gizi lansia meningkat,” ungkap Sakinah.

“Pembuktian ini kami dapatkan melalui penelitian yang dilakukan sebelumnya juga, yakni penelitian Elderly Meal Project di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur – Yogyakarta," ujar Sakinah.

Hasil penelitian yang kami jalankan menunjukkan bahwa menu rendah garam (Bijak Garam) dalam program pemberian makan terbukti dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, yaitu SBP (Systolic Blood Pressure) dan DPB (Dyastolic Blood Pressure).

"Pada hari ini, kami juga memberikan penyuluhan menu Bijak Garam dan aplikasinya pada test rasa snack untuk lansia serta memberikan berbagai bumbu masak Ajinomoto kepada pengurus dan tim dapur Panti Werdha Budi Mulia, Cengkareng, Jakarta Barat,” lanjutnya.

Baca juga: Undang Cooking Enthusiast, Ajinomoto Hadirkan Chef dan Kampanye Bijak Garam

Dalam rangkaian event ini, Ajinomoto juga menghadirkan spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Bunda Margonda, dr. Diyah Eka Andayani, Sp.GK, yang memaparkan terkait bahaya penyakit degenerative, hipertensi, dan strategi diet rendah garam sebagai solusi untuk pencegahannya.

“Berdasarkan data dari Riskesdas Kemenkes RI, hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang paling dominan dialami oleh para lansia. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang terjadi akibat asupan natrium yang berlebih," ujar dr.Dyah.

Sebenarnya natrium diperlukan bagi tubuh karena memiliki peranan penting sebagai zat gizi esensial untuk mewujudkan hidup sehat dan aktif. Kelebihan maupun kekurangan (defisiensi) natrium dapat berisiko mengalami gangguan kesehatan.

"Jika kelebihan, maka efeknya adalah muncul berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, dan lain-lain. Jika kekurangan, maka efeknya adalah gangguan fungsi otot, saraf, dan kontrol gula darah,” ujar dr. Diyah. (RO/S-4)

 

 

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat