visitaaponce.com

Samsung Innovation Campus Siapkan Siswa SMK dan MA Kembangkan ProdukIoT

Samsung Innovation Campus Siapkan Siswa SMK dan MA Kembangkan Produk IoT
Samsung Innovation Campus (SIC) mempersiapkan siswa-siswi sekolah menengah di Indonesia menjadi pengembang produk IoT.(Ist/Samsung Innovation Campus)

SAMSUNG Electronics Indonesia terus konsisten menyelenggarakan pembelajaran dan pelatihan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman melalui Samsung Innovation Campus (SIC).

Dengan pertumbuhan pengadopsian Internet of Things (IoT) yang makin masif di Indonesia, SIC mempersiapkan siswa-siswi sekolah menengah di Indonesia menjadi pengembang produk IoT melalui pembuatan prototipe solusi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat, demi Indonesia yang lebih maju di masa depan.

Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono, mengatakan,“Di era Industri 4.0 ini, kemampuan IoT menjadi sangat penting karena pengaplikasinya semakin luas dan ikut mempengaruhi gaya hidup kita."

Baca juga: Pemenang Samsung Innovation Campus Hasilkan Solusi untuk Peternak

"Jumlah perangkat IoT terus tumbuh secara cepat, didukung penetrasi konektivitas yang semakin merata. Karena itulah, melalui SIC, Samsung berkomitmen untuk membekali anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) di Indonesia dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, demi masa depan yang lebih baik,” jelas Ennita dalam keterangan pers, Sabtu (2/9). 

Sejak diluncurkan pada tahun 2019, SIC terus berevolusi dengan mengembangkan pelatihan TIK yang selalu relevan dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.

Inovasi Smart Hydroponic Technology

Dari SIC tahun sebelumnya, para siswa sekolah menengah melahirkan inovasi seperti Smart Hydroponic Technology (SAHYT), sebuah programming pembelajaran jarak jauh berbasis web, dan helm canggih MyWay yang terhubung dengan aplikasi untuk tuna netra.

Baca juga: Samsung Turut Dukung Tingkatkan Kompetensi Guru SMK

Helm cerdas MyWay menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi halangan, sehingga bila ada suatu halangan dalam jarak 80 sentimeter. Melalui aplikasi WayApp,

Helm MyWay untuk Penyandang Tuna Netra

Helm MyWay memberikan informasi bagi penyandang tunanetra seperti suara peringatan, panggilan kepada penggunanya bila keluarga mencari, mengirim notifikasi hingga dapat mengetahui halangan di depan ketika mereka berjalan.

Melalui SIC anak-anak muda Indonesia dapat mengembangkan pengetahuan teknologi terkini yang akan menjadi bekal mereka meraih masa depan mereka yang lebih baik dan membangun Indonesia lebih maju. 

Baca juga: Samsung Innovation Campus Bekali Lulusan SMK dengan Web Programming

Pengembangan produk IoT menjadi salah satu keterampilan yang penting dan sedang diminati oleh industri saat ini, sejalan dengan makin integralnya produk-produk IoT dalam gaya hidup masyarakat. Contohnya di rumah, berbagai perangkat rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, bahkan AC, sudah bisa terhubung ke Internet dan dikontrol dari smartphone.

Jumlah perangkat IoT kini sudah melebihi koneksi seluler di Indonesia. Pada 2022, perangkat IoT mencapai 400 juta dan diperkirakan mencapai 678 juta perangkat pada 2025. Sementara pada 2022, jumlah koneksi seluler di Indonesia mencapai 370,1 juta.

Maka tepatlah langkah Samsung yang konsisten menyelenggarakan SIC dengan keterampilan-keterampilan abad 21, sebagaimana pada SIC Batch 4 202/2023.

Batch ini kembali berfokus pada IoT dengan tema seputar education, smart building, green issues, dan small middle enterprise empowerment. 

Baca juga: Pelatihan Design Thinking Samsung Dorong Siswa Gali Solusi Masalah Sosial

SIC Batch 4 2022/2023 telah memasuki stage 3 untuk IoT Product Development Bootcamp yang berlangsung selama 12 minggu hingga September 2023.

Pada fase ini, para peserta, yang terdiri dari 500 siswa yang terbagi menjadi 100 tim, mempelajari tentang pengembangan produk IoT secara blended learning, yang melibatkan webinar, belajar mandiri, project atau penugasan, peer-learning, dan grup mentoring secara intensif dengan 25 mentor yang disediakan. 

“Tahun ini, upaya kami membawa generasi muda Indonesia lebih fasih dalam mengembangkan inovasi teknologi kembali mendapatkan penghargaan Gold Award untuk untuk kategori Excellence in Provision of Literacy & Education Award dari The 15th Annual Global CSR & ESG Summit and Awards™ 2023," jelas Ennita.

"Penghargaan ini menjadi semangat baru atas komitmen kami untuk meningkatkan literasi dan pendidikan generasi muda dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah secara kreatif dan mengembangkan keterampilan untuk masa depan," tutup Ennita. 

Lebih lanjut mengenai Corporate Social Responsibility Samsung, bisa dilihat di http://csr.samsung.com atau dapat mengunjungi news.samsung.com/id. (RO/S-4)
 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat