visitaaponce.com

Ingin Terhindar dari Osteoporis Jauhi Mager

Ingin Terhindar dari Osteoporis? Jauhi Mager
Ilustrasi(Freepik)

ANDA ternyata bisa mencegah terkena osteoporosis melalui gaya hidup sehat termasuk menghindari rebahan atau malas gerak (mager) dan rutin berolahraga. Hal itu dikatakan dokter spesialis orthopedi dan traumatologi Troydimas Panjaitan.

"Karena, seiring bertambahnya usia, otot akan melemah dan meningkatkan risiko patah tulang," kata Troydimas, dikutip Rabu (22/11)

Dokter yang berpraktik di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu juga menyarankan orang-orang mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol serta merokok karena dapat merusak kepadatan tulang sebagai penyebab osteoporosis.

Baca juga: Keluarga Berperan Penting Tangani Osteoporosis pada Lansia

Osteoporosis merupakan penyakit sistemik pada tulang yang ditandai beberapa hal, seperti penurunan massa tulang, kehilangan kekuatan tulang, perubahan struktural tulang, serta gangguan pada integritas tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan patah atau fraktur. 

Selain itu, postur tubuh mereka dengan osteoporosis terlihat membungkuk dan terasa nyeri pada tulang yang mengalami kelainan pada ruas tulang belakang.

Troydimas mengingatkan kepadatan tulang manusia mencapai puncaknya pada usia 35 tahun. Kemudian, di atas 40 tahun, penyerapan tulang akan lebih cepat daripada pembentukan tulang baru.

Baca juga: Kenali Osteoporosis, Silent Disease Tanpa Gejala

Menurut dia, faktor genetik ikut menentukan risiko seseorang terkena osteoporosis. 

Jika ada riwayat keluarga yang mengalami osteoporosis, penting untuk dia lebih waspada karena ada potensi 60%-80% anggota keluarga lain akan menghadapi risiko serupa.

Hal itu berarti, sambung Troydimas, osteoporosis tidak selalu menyerang saat usia sudah lanjut melainkan juga bisa dialami orang muda. Bahkan, 80% risiko terbesar pada perempuan.

"Banyak orang muda abai akan kesehatan tulang karena menganggap osteoporosis hanya mengancam orang tua. Apalagi, hormon orang muda cenderung cukup untuk mengatur remodelasi tulang," kata dia.

Troydimas mengingatkan osteoporosis sering disebut sebagai silent disease (penyakit yang diam-diam mematikan) karena sulit dideteksi sebelum patah tulang.

"Nanti baru terasa saat usia lanjut. Jika sudah terkena osteoporosis, kesulitan akan terasa semakin berat saat usia semakin tua. Kenyataannya, orang muda juga bisa terkena osteoporosis karena faktor gaya hidup yang buruk," pungkas dia. (Ant/Z-1)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat