visitaaponce.com

Tak Hanya Mudik Gratis, Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau

Tak Hanya Mudik Gratis, Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, melepas keberangkatan angkutan balik gratis Pemprov Jateng 2022 di Stasiun Poncol Semarang,(Ist/Pemprov Jateng)

TAHUN ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) tidak hanya menyelenggarakan program mudik gratis bagi warganya yang merantau di Jakarta dan sekitarnya, namun juga menyediakan fasilitas Program Balik Rantau. 

Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Tengah, Sumarno, melepas keberangkatan angkutan balik gratis Pemprov Jateng 2022 di Stasiun Poncol Semarang, Minggu (8/5). 

Sekitar 424 peserta balik rantau gratis dari berbagai daerah di Jateng diberangkatkan menggunakan KA Tawang Jaya tujuan Stasiun Pasar Senen Jakarta. 

Baca juga : Ganjar Pranowo Raih Hattrick Penghargaan Pembangunan Terbaik

Sekda Pemprov Jateng didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng KH Ahmad Darodji, Kepala Dinas Perhubungan Jateng Henggar Budi Anggoro, Kepala Daop IV Semarang, serta pejabat terkait lain berkeliling gerbong untuk mengecek kesiapan pemberangkatan sekaligus berbincang dengan sejumlah penumpang.

"Pagi ini kita akan memberangkatkan masyarakat yang kemarin mudik ke Jateng dan sekarang kembali lagi ke Jakarta menggunakan empat gerbong kereta api," kata Sekda di sela acara pemberangkatan kereta api.

Baca juga : Pemprov Jateng Terus Pantau Pasien Bergejala Cacar Monyet

Menurutnya, program ini memang keinginan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai wujud kepedulian Pak Ganjar pada wong cilik, selain lebih nyaman dan lancar juga dapat mengurangi kemacetan kendaraan di jalan raya.

"Mudik dan balik gratis ini, terselenggara berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai pihak. Termasuk dengan Baznas Jateng, Bank Jateng, dan instansi lainnya," katanya.

Jumlah peserta mudik dan balik gratis Pemprov Jateng 2022, kata dia, lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. Hal itu akibat persiapan yang mendadak karena pertimbangan Covid-19 serta pemerintah kabupaten/kota juga tidak menganggarkan dana untuk penyelenggaraan mudik dan balik gratis Lebaran 2022.

Baca juga : Siaga Bencana, BPBD Jateng Sebut Ilmu Titen Masih Relevan

"Meskipun persiapan mendadak, namun banyak stakeholder yang berpartisipasi. Sehingga hari ini kita bisa memberangkatkan empat gerbong dengan kapasitas 106 penumpang per gerbong atau sebanyak 424 orang menuju Jakarta," bebernya. 

Salah seorang peserta balik gratis, Safiq mengatakan sangat senang  adanya program mudik dan balik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jateng.

Pemuda asal Kudus yang bekerja di perusahaan otomotif di wilayah Jakarta itu, mengaku sangat terbantu di tengah harga tiket transportasi umum naik semua.

Baca juga : Jateng Dorong Reformasi Birokrasi dengan Medsos dan Internet of Things

"Saya sangat terbantu adanya program mudik dan balik gratis ini. Apalagi harga tiket transportasi umum naik semua, jadi terbantu dengan mudik gratis," ujarnya.

Sebelumnya, Sabtu (7/5) telah dilakukan pelepasan rombongan keberangkatan balik rantau menggunakan armada bus di 3 titik yakni Terminal Mangkang Semarang, Asrama Haji Donohudan, dan Terminal Bulupitu Banyumas

Di Asrama Haji Donohudan, sebanyak 32 bus pariwisata disiapkan untuk mengangkut 1.495 penumpang, yang merupakan warga Soloraya. Setiap bus berisi antara 44 sampai 50 penumpang. 

Baca juga : Hari Terakhir Ngantor, Ganjar Pranowo Angkut Barang dari Kantor Gubernur Jawa Tengah

Selain penumpang dan kru bus yang telah diskrining kesehatan, moda transportasi yang digunakan pun sudah dicek dan laik beroperasi

Program Balik Rantau ini mendapat sambutan positif masyarakat. Rochim, warga Boyolali yang biasanya mengeluarkan biaya transport untuk kembali ke Jakarta, kini bisa menyimpan uangnya. 

"Terima kasih banyak saya sampaikan kepada Pemprov Jateng, kepada Pak Ganjar (Gubernur) yang sudah mengadakan program balik ini. Saya sangat terbantu," kata Rochim yang balik ke Jakarta bersama dua anaknya. 

Baca juga : Ratusan Pesepeda Beri Salam Perpisahan pada Ganjar

Penghasilannya sebagai kuli bangunan yang tak seberapa, sangat terasa jika mesti dikeluarkan untuk biaya transportasi.

Rochim mengatakan, saat lebaran, tiket per orang paling tidak Rp 400.000. Itu belum tiket pulang pergi. 

Senada disampaikan Sri, warga Andong Boyolali yang hendak kembali ke Pluit Jakarta Utara. Dia merasa terbantu dengan program Balik Rantau.

Apalagi dia kini tengah memiliki bayi berusia 2 bulan. Dia tak perlu mengeluarkan ongkos transport dan berulang kali pindah moda transportasi. (RO/OL-09)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat