visitaaponce.com

Harga Daging Ayam di Kota Sukabumi Naik

Harga Daging Ayam di Kota Sukabumi Naik
Ilustrasi.(ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA)

HARGA daging ayam di Kota Sukabumi, Jawa Barat, trennya cenderung naik akhir-akhir ini. Salah satu faktor penyebabnya kemungkinan harga pakan naik yang dipicu melemahnya nilai tukar rupiah.

Data Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, saat ini harga daging ayam naik jadi Rp37 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga daging ayam di kisaran Rp36 ribu per kilogram.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M Rifki, menuturkan akhir-akhir ini harga daging ayam kerap berfluktuasi. Pada kondisi normal, harga komoditas itu di kisaran Rp32 ribu-Rp33 ribu per kilogram.

Baca juga : Harga Daging Ayam dan Cabai di Kota Bengkulu Naik dalam Sepekan

"Sekarang harganya Rp37 ribu per kilogram. Sebelumnya harga memang naik-turun. Terakhir sebelum naik jadi Rp37 ribu, harganya Rp36 ribu per kilogram," kata Rifki, Kamis (9/5).

Menurut Rifki, ada beberapa faktor penyebab naiknya harga daging ayam. Bisa jadi karena belum masuk masa panen, tapi bisa juga karena pengaruh nilai tukar rupiah.

"Bahan pakan ayam itu biasanya impor. Bisa jadi berpengaruh terhadap naiknya harga pakan," ujarnya.

Baca juga : Harga Daging Ayam Di Kota Sukabumi Masif Fluktuatif

Naiknya harga daging ayam diikuti juga beberapa komoditas lain. Di antaranya cabai rawit hijau yang semula Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, kol yang semula Rp12 ribu naik jadi Rp14 ribu per kg, bawang bombai dari Rp35 ribu menjadi Rp55 ribu per kg, dan gula pasir curah naik dari Rp17 ribu menjadi Rp18 ribu per kg.

"Ada juga komoditas yang harganya turun yakni cabai merah besar TW dari Rp65 ribu menjadi Rp58 ribu per kg dan cabai rawit merah dari Rp48 ribu menjadi Rp45 ribu per kg," tuturnya.

Sejauh pengamatan dan monitoring di lapangan, sebut Rifki, stok berbagai komoditas kebutuhan masyarakat relatif cukup tersedia. Diskumindag Kota Sukabumi rutin memantau perkembangan harga dan stok di lapangan sebagai bahan dikoordinasikan dengan para pihak seandainya terjadi kendala di lapangan.

"Stok masih cukup aman. Termasuk beras, saat ini kondisi stok dan harga sudah berangsur normal," pungkasnya. (Z-6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Editor : Budi Ernanto

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat